ACEH — Mata uang Garuda nyaris menyentuh level psikologis Rp17.900 per dolar AS, level yang belum pernah terlihat dalam beberapa bulan terakhir. Posisi ini melanjutkan tren pelemahan yang sudah berlangsung sejak pekan lalu, di mana rupiah kehilangan lebih dari 1 persen nilainya terhadap greenback.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan bahwa kekhawatiran pasar terhadap prospek perdamaian di Timur Tengah menjadi pemicu utama pelemahan rupiah. "Eskalasi baru di Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap prospek perdamaian dan mendorong lonjakan harga minyak dunia. Kondisi ini berpotensi menekan rupiah terhadap dolar AS," ujar Lukman.
Kenaikan harga minyak mentah global memberikan tekanan ganda. Pertama, meningkatkan biaya impor energi bagi Indonesia yang masih menjadi net importir minyak. Kedua, mendorong investor global untuk beralih ke dolar AS sebagai aset safe haven, memperkuat posisi greenback di hadapan mata uang emerging market seperti rupiah.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia terpantau mixed. Ringgit Malaysia memimpin pelemahan dengan koreksi 0,25 persen, disusul yuan China yang turun 0,05 persen dan peso Filipina yang melemah 0,03 persen. Di sisi lain, won Korea Selatan berhasil menguat 0,11 persen, sementara yen Jepang dan dolar Singapura mencatat penguatan tipis masing-masing 0,03 persen dan 0,02 persen.
Lukman Leong memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Artinya, potensi menembus level psikologis Rp17.900 masih terbuka lebar jika tekanan eksternal terus berlanjut.
Bagi investor dan pelaku bisnis, pelemahan rupiah ini berdampak langsung pada portofolio aset berbasis rupiah dan biaya impor bahan baku. Perusahaan yang memiliki utang dalam denominasi dolar AS juga akan merasakan tekanan beban bunga yang lebih tinggi. Pasar obligasi dan saham pun berpotensi tertekan jika rupiah terus melemah karena investor asing cenderung melakukan aksi jual untuk mengamankan nilai investasinya.
Investasi mengandung risiko.