Pertamina Patra Niaga Gelar Pameran Hilir Migas PINDEX 2026, Targetkan Transaksi Rp 5 Triliun

Penulis: Ragil  •  Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:23:31 WIB
Pengunjung PINDEX 2026 menyaksikan simulasi sistem distribusi BBM dan LPG terbaru dari Pertamina Patra Niaga.

ACEH — Pertamina Patra Niaga memanfaatkan PINDEX 2026 untuk memamerkan langsung teknologi dan infrastruktur hilir migas terbaru kepada publik. Selama tiga hari, pengunjung bisa melihat simulasi sistem distribusi BBM, terminal LPG, hingga digitalisasi rantai pasok yang selama ini berjalan di balik layar. Manajemen menyebutkan, pameran ini bukan sekadar etalase, melainkan ajang transaksi bisnis yang konkret.

Target Transaksi Rp 5 Triliun dan Jaringan Mitra Baru

Perusahaan menargetkan nilai transaksi mencapai Rp 5 triliun selama gelaran berlangsung. Angka ini berasal dari potensi kerja sama dengan mitra pengangkut, penyedia jasa logistik, hingga kontraktor infrastruktur. Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, menegaskan bahwa pihaknya membuka lebar peluang kemitraan untuk memperkuat ekosistem hilir.

"Kami ingin memastikan bahwa rantai pasok BBM dan LPG nasional semakin efisien. PINDEX menjadi wadah bagi para pelaku industri untuk bertemu langsung dan menandatangani kontrak," ujar Riva dalam sambutannya, Rabu (3/6).

Inovasi Digital dan Efisiensi Logistik

Salah satu yang menjadi sorotan adalah sistem monitoring distribusi berbasis digital yang dipamerkan di hall utama. Teknologi ini memungkinkan Pertamina memantau pergerakan truk tangki dan kapal pengangkut secara real-time. Dampaknya, waktu tempuh distribusi ke daerah terpencil bisa dipangkas hingga 15 persen dibandingkan metode konvensional.

Selain itu, perusahaan juga memperkenalkan aplikasi terbaru untuk mitra agen dan sub-agen LPG. Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah pemesanan, pembayaran, hingga pelacakan pengiriman. Bagi pengusaha kecil di sektor hilir, inovasi ini diharapkan bisa menekan biaya operasional harian.

Dampak Langsung bagi Masyarakat dan Pelaku Usaha

Bagi masyarakat umum, efisiensi di hulu dan hilir berarti pasokan BBM dan LPG lebih stabil. Pertamina Patra Niaga mencatat, selama kuartal pertama 2026, volume distribusi BBM bersubsidi meningkat 8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Dengan sistem yang lebih rapi melalui kemitraan baru, risiko kelangkaan di daerah rawan pasokan bisa ditekan.

Pelaku UMKM di sektor transportasi dan logistik juga diuntungkan. Mereka berkesempatan menjadi mitra resmi Pertamina melalui skema kemitraan yang dipaparkan selama pameran. Perusahaan membuka pendaftaran bagi pemilik armada truk dan kapal kecil untuk bergabung dalam jaringan distribusi nasional.

PINDEX 2026 menjadi salah satu langkah Pertamina Patra Niaga dalam memperkuat posisinya sebagai pengelola hilir migas terbesar di Indonesia. Dengan target transaksi yang ambisius dan inovasi digital yang dipamerkan, perusahaan optimistis rantai pasok energi nasional akan semakin tangguh menghadapi lonjakan permintaan di tahun-tahun mendatang.

Reporter: Ragil
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top