ACEH — PT Pertamina Patra Niaga belum mengubah harga BBM per Selasa (23/6/2026). Artinya, tarif yang berlaku saat ini masih mengacu pada keputusan terakhir yang diumumkan pada 10 Juni 2026. Bagi pengguna kendaraan pribadi hingga pelaku usaha transportasi, informasi ini penting untuk menghitung ulang biaya operasional harian.
Berdasarkan laman resmi Pertamina, harga Pertamax dan Pertamax Green 95 sudah masuk dalam fase baru setelah kenaikan awal bulan ini. Sementara Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex masih mengikuti perubahan yang sempat terjadi pada awal Juni 2026.
Perlu dicatat, harga-harga di atas adalah acuan nasional. Di lapangan, angka yang terpampang di pompa SPBU bisa berbeda karena komponen Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan tiap pemerintah daerah tidak seragam.
Dua jenis BBM yang mendapat kompensasi dari pemerintah tetap stabil. Pertalite masih dibanderol Rp 10.000 per liter, sementara Biosolar (B30) berada di Rp 6.800 per liter. Tidak ada perubahan sejak pengumuman terakhir, sehingga pengguna kendaraan roda dua dan transportasi umum bisa sedikit lega karena ongkos operasional tidak bertambah.
Stabilitas harga BBM bersubsidi ini menjadi penyeimbang di tengah fluktuasi harga minyak dunia yang masih terjadi. Namun, kuota penyaluran Pertalite dan Biosolar tetap diawasi ketat oleh Pertamina agar tepat sasaran.
Perbedaan harga BBM nonsubsidi antar wilayah bukan karena biaya distribusi semata, melainkan besaran PBBKB yang berbeda. Misalnya, di daerah dengan tarif pajak kendaraan tinggi, harga jual eceran Pertamax bisa lebih mahal beberapa ratus rupiah dibandingkan provinsi lain. Hal ini berlaku untuk semua jenis BBM nonsubsidi.
Untuk mengecek harga real-time di SPBU terdekat, masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi MyPertamina. Aplikasi ini juga akan memberikan notifikasi jika sewaktu-waktu Pertamina melakukan perubahan harga secara resmi.