Pencarian

Keumamah Ala Maladewa, Valhomas Tuna Asap yang Jadi Makanan Pokok dan Warisan Budaya

Kamis, 02 Juli 2026 • 01:33:02 WIB
Keumamah Ala Maladewa, Valhomas Tuna Asap yang Jadi Makanan Pokok dan Warisan Budaya
Valhomas, tuna asap khas Maladewa, merupakan makanan pokok dan warisan budaya maritim.

BANDA ACEH — Jika di Aceh dikenal keumamah, di Maladewa hidangan serupa disebut valhomas. Sama-sama berbasis ikan tongkol atau tuna, kedua kuliner ini membuktikan bahwa tradisi pengawetan ikan asap adalah warisan budaya maritim yang hidup di dua kepulauan berbeda.

Bagi warga Maladewa, valhomas bukan sekadar bahan makanan. Hidangan tuna asap ini adalah makanan pokok yang kehadirannya hampir wajib di setiap dapur, sebagaimana keumamah bagi sebagian masyarakat Aceh.

Dari Alat Barter hingga Makanan Sehari-hari

Pada masa lalu, valhomas memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Ikan asap ini tidak hanya dikonsumsi sendiri, tetapi juga digunakan sebagai alat barter dalam perdagangan dan menjadi hadiah kehormatan bagi tamu istimewa.

Kini, meskipun pabrik modern telah memproduksi valhomas secara massal untuk komoditas ekspor, metode tradisional tetap lestari di pulau-pulau kecil. Warga lokal masih setia menjaga cita rasa autentik yang diwariskan secara turun-temurun.

Proses Pembuatan: Dimasak Semalaman, Dijemur Tiga Hari

Valhomas bisa dibuat dari berbagai jenis ikan laut, namun tuna sirip kuning (kanneli), tuna kecil (latti), dan tuna banyar (raagondi) menjadi primadona. Proses pembuatannya membutuhkan ketelatenan tinggi melalui beberapa tahapan khusus.

Pertama, ikan dibersihkan—kepala, ekor, tulang belakang, insang, dan jeroan dibuang. Daging kemudian dipotong memanjang (disebut ari) dan direbus dalam kuali logam besar berisi air garam menggunakan bahan bakar kayu dan sabut kelapa.

Setelah matang, ikan diletakkan di atas rak khusus bernama dhumashi yang terbuat dari pelepah kelapa kering atau besi. Ikan kemudian diasapi di atas tungku selama satu malam penuh. Proses terakhir adalah penjemuran di bawah terik matahari selama tiga hari.

Sentuhan asap dan sinar matahari ini mengubah tekstur ikan menjadi keras, mengurangi kadar air, dan memberikan rasa asin-gurih khas serta aroma asap yang memikat.

Dari Camilan Tradisional hingga Pizza dan Spageti

Cara paling sederhana menikmati valhomas adalah dengan memakannya langsung bersama irisan kelapa tua—camilan lokal yang dikenal dengan nama mas kaashi. Dalam masakan rumahan, ikan asap ini kerap diolah menjadi sup kaldu segar (mas fen), kari santan gurih (valhomas kirugarudhiya), atau kari kering berbumbu rempah pekat (valhomas hiki riha).

Menariknya, valhomas kini juga merambah kuliner modern ala Barat. Banyak restoran di Maladewa memanfaatkannya sebagai pengganti daging atau hidangan laut pada menu pizza, roti submarine, mi goreng, hingga spageti. Cita rasa asap yang kuat memberikan dimensi baru yang disukai lidah lokal maupun wisatawan mancanegara—sebuah adaptasi yang juga mulai terlihat pada keumamah di Aceh.

Bagikan
Sumber: komparatif.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks