Pencarian

Wali Kota Banda Aceh Illiza: Ketangguhan Kota Capai Level 8, Pemko Perkuat Mitigasi dengan Bangun Budaya Sadar Bencana

Senin, 29 Juni 2026 • 16:36:31 WIB
Wali Kota Banda Aceh Illiza: Ketangguhan Kota Capai Level 8, Pemko Perkuat Mitigasi dengan Bangun Budaya Sadar Bencana
Wali Kota Banda Aceh Illiza menyampaikan ketangguhan kota dalam mitigasi bencana telah mencapai level delapan.

BANDA ACEH — Pemerintah Kota Banda Aceh mengklaim ketangguhan kota dalam menghadapi bencana sudah berada di level delapan dari skala 10. Klaim ini disampaikan Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal dalam sesi berbagi setelah pembukaan Youth City Changers (YCC) 2026, rangkaian Rakernas APEKSI XVIII di Medan, Minggu (28/6/2026).

Infrastruktur Tidak Cukup Tanpa Kesadaran Masyarakat

Menurut Illiza, Banda Aceh telah memiliki berbagai fasilitas pendukung kebencanaan. Mulai dari sirene tsunami, sistem peringatan dini banjir, rumah pompa, jalur evakuasi, hingga gedung evakuasi.

“Namun, yang jauh lebih penting adalah membangun kesadaran masyarakat,” ujarnya.

Seluruh fasilitas itu terus diperkuat melalui edukasi dan latihan kebencanaan. Tujuannya agar warga paham langkah yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.

Pelajaran dari Tsunami 2004

Illiza menegaskan bahwa pengalaman gempa bumi dan tsunami 26 Desember 2004 menjadi fondasi sistem penanggulangan bencana di Banda Aceh hingga kini. Ia menekankan ketangguhan kota bukan diukur dari ada atau tidaknya bencana, melainkan dari kemampuan bangkit dan meminimalkan risiko.

Pemko Banda Aceh juga mengintegrasikan sistem peringatan dini dengan BMKG, memberikan edukasi kebencanaan di sekolah, serta menjalin kerja sama dengan Kota Higashimatsushima dan Sendai, Jepang, untuk pengembangan kapasitas.

Museum dan Kapal Tsunami Jadi Pusat Edukasi

Museum Tsunami Aceh, Kapal di Atas Rumah, dan PLTD Apung terus dimanfaatkan sebagai pusat edukasi. Tempat-tempat ini digunakan untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Illiza mengatakan upaya membangun kota tangguh membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, hingga masyarakat. Ia mencontohkan saat banjir melanda Banda Aceh beberapa waktu lalu, Pemko bergerak cepat dengan menetapkan status darurat, membentuk Tim Banda Aceh Peduli, dan memastikan pelayanan dasar tetap berjalan.

“Hal sederhana seperti mengetahui jalur evakuasi dan memahami prosedur penyelamatan saat gempa dapat menyelamatkan banyak nyawa. Karena itu, budaya sadar bencana harus terus kita bangun bersama,” tutup Illiza.

Bagikan
Sumber: masakini.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks