BANDA ACEH — Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Ar-Raniry Banda Aceh mengubah sistem bimbingan skripsi yang selama ini diterapkan. Mulai tahun ini, mahasiswa hanya akan didampingi satu dosen pembimbing, bukan dua seperti sebelumnya.
Wakil Dekan II FTK UIN Ar-Raniry, Samsul Kamal, mengatakan perubahan ini dilakukan agar proses konsultasi lebih efektif dan tidak berbelit. Mahasiswa juga diminta mulai menyiapkan proposal penelitian sejak semester awal.
“Evaluasi dua hingga tiga tahun terakhir menunjukkan tren positif, di mana semakin banyak mahasiswa yang lulus tepat waktu. Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, kendala mahasiswa mulai dari menemukan ide, menentukan metode, hingga cara mencari jurnal tempat publikasi dapat terjawab,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).
Selain perubahan kebijakan, FTK bersama Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FTK menggelar Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (KTI) di Aula FTK B Lantai 2, Senin (29/6/2026). Kegiatan ini diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai program studi.
Ketua DEMA FTK periode 2026–2027, Muhammad Al Fajri Marpaung, menyebut pelatihan ini merupakan respons terhadap banyaknya mahasiswa tingkat akhir yang mengalami kendala saat menyusun skripsi. Mulai dari kesulitan menemukan topik, menentukan metode, hingga mencari jurnal tujuan publikasi.
“Tujuan kami mengadakan program ini adalah untuk memudahkan mahasiswa Tarbiyah dalam penyelesaian skripsi, artikel, maupun jurnal agar bisa cepat terselesaikan. Kami ingin membantu mencarikan solusi atas hambatan penulisan mereka,” katanya.
Ketua Panitia, Rahmat, menjelaskan pelatihan dibagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama fokus pada penulisan artikel ilmiah, sesi kedua pada penyusunan skripsi.
“Kami berharap peserta yang ikut hari ini tidak hanya menulis artikel atau skripsi sekadar untuk memenuhi syarat tugas akhir saja. Lebih dari itu, kami ingin memotivasi mereka untuk terus produktif menghasilkan karya-karya ilmiah selanjutnya dari penuangan pikiran mereka sendiri,” pungkas Rahmat.
Menurut Fajri, program ini tidak dirancang sebagai kegiatan seremonial. Ke depan, pelatihan akan dijadikan agenda rutin agar mahasiswa memperoleh pendampingan sejak dini dalam penulisan karya ilmiah.