LHOKSUKON — Kondisi kelebihan kapasitas di Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Aceh Utara, kian memprihatinkan. Jumlah penghuni yang mencapai 372 orang memaksa sejumlah aktivitas pembinaan, termasuk pengajian rutin, dilakukan secara bergiliran karena ruang dan fasilitas tidak lagi memadai.
Lokasi lapas yang berada di Gampong Kuta Lhoksukon juga dinilai rawan banjir. Situasi ini menjadi alasan utama Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menghibahkan lahan seluas sekitar 4 hektare untuk pembangunan gedung baru di belakang Polres Aceh Utara, Gampong Meunasah Reudeup, Kecamatan Lhoksukon.
Kepala Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Muhidfuddin, menyebut sertifikat lahan hibah tersebut telah lengkap. Pihaknya kini tengah menunggu realisasi anggaran dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
"Untuk usulan atau permohonan pembangunan gedung baru sudah diajukan kepada pemerintah pusat untuk proses pembangunan tersebut. Mudah-mudahan bisa segera terealisasikan gedung baru di lahan itu," kata Muhidfuddin, Senin (17/8/2026).
Rasio penghuni yang mencapai lebih dari empat kali lipat kapasitas ideal membuat ruang gerak warga binaan sangat terbatas. Kegiatan pembinaan kepribadian seperti pengajian yang dijadwalkan setiap Senin hingga Jumat terpaksa dibagi dalam beberapa sesi.
"Selain persoalan kapasitas, lokasi Lapas yang berada di kawasan rawan banjir juga menjadi alasan penting perlunya pembangunan gedung baru. Kondisi itu dapat mengganggu aktivitas warga binaan maupun kegiatan pembinaan apabila banjir terjadi," ujarnya.
Muhidfuddin mengakui angka Rp 45 miliar merupakan usulan awal yang diajukan. Pihaknya belum bisa memastikan apakah nilai tersebut akan disetujui penuh atau mengalami penyesuaian akibat kebijakan efisiensi anggaran.
"Inikan baru pengajuan, kita belum tahu nanti seperti apa realisasinya, karena juga terdapat penyesuaian atau efisiensi," ungkap Muhid.
Pihak lapas berharap pembangunan gedung baru segera mendapat kepastian dari pemerintah pusat. Selain mengatasi persoalan daya tampung, gedung baru dinilai penting untuk memberikan ruang pembinaan yang lebih layak bagi warga binaan.
"Tentunya kita berharap bisa segera terlaksana pembangunan gedung baru untuk narapidana atau warga binaan di Lapas Lhoksukon," pungkas Muhidfuddin.