ACEH - Selain faktor genetik dan lingkungan, apa yang dikonsumsi sehari-hari juga memengaruhi risiko kanker. Berikut ragam makanan yang menurut sejumlah studi berpotensi membantu tubuh melawan sel abnormal.
Kelompok buah beri — blueberry, strawberry, dan raspberry — punya kesamaan kandungan vitamin C, antosianin, dan serat tinggi. Ketiganya dikaitkan dengan penurunan risiko kanker kolorektal dan saluran cerna bagian atas. Raspberry secara khusus mengandung ellagitannin, sementara blueberry tetap kaya nutrisi meski dalam kondisi beku.
Di kelompok sayuran cruciferous, brokoli dan kembang kol jadi andalan karena kandungan glukosinolat yang menghasilkan sulforaphane — senyawa yang dalam studi laboratorium terbukti memperlambat pertumbuhan sel kanker prostat. Brokoli sebaiknya dimasak sebentar saja supaya nutrisinya tidak hilang.
Tomat dan wortel masuk kategori sumber karotenoid — likopen pada tomat dan beta-karoten pada wortel — yang jadi fokus riset terkait kanker prostat, paru-paru, dan payudara jenis ER-negatif.
Jeruk dan anggur menawarkan kombinasi vitamin C dan senyawa fitokimia unik: jeruk dengan flavanon dan terpena di kulitnya, anggur dengan resveratrol dan proantosianidin dari biji serta kulit, khususnya varietas merah dan ungu.
Terakhir, flaxseed atau biji rami tampil beda karena kaya lignan dan asam alfa-linolenat — cocok ditambahkan ke menu harian, asal diberi jeda waktu dari konsumsi obat agar penyerapannya tidak terganggu.
Secara umum, penelitian konsisten menunjukkan bahwa kombinasi sayuran non-pati dan buah yang dikonsumsi rutin membantu menurunkan risiko kanker saluran pencernaan atas, kandung kemih, dan paru-paru pada perokok. Ini bukan jaminan mutlak, tapi bagian dari gaya hidup sehat jangka panjang.