ACEH — Michal Gapinski, pemilik Tesla Model 3 tahun 2022 yang menjalankan perusahaan Tesla Android, berhasil melakukan retrofit HW3 ke HW4 secara mandiri. Dia mengunggah progres proyeknya di Twitter dan menyebut pekerjaan ini "tidak seburuk yang terlihat," hanya membutuhkan "light ECU hacking" serta alat sederhana seperti epoxy dan zip ties untuk pemasangan fisik.
Gapinski mengaku proyeknya masih berjalan dan belum semua fitur berfungsi penuh. Namun, dia menegaskan Tesla sebenarnya "bisa melakukannya sejak dulu" dan menyarankan pabrikan menawarkan upgrade berbayar. Menurutnya, jika Tesla serius, proses yang dia lakukan sendiri tentu bisa dibuat lebih efisien dalam skala besar dengan mesin dan prosedur pabrikan.
Pernyataan ini berbanding terbalik dengan sikap resmi Tesla. Perusahaan beralasan upgrade HW3 ke HW4 sulit dilakukan karena membutuhkan penggantian kamera, bukan sekadar menukar unit komputer seperti transisi HW2 ke HW3. Tesla juga sempat mengumumkan rencana membangun "microfactories" untuk menangani retrofit massal, namun hingga kini tidak ada kabar lanjutan.
Masalah ini berakar dari janji Tesla pada 2016 bahwa semua mobil yang diproduksi saat itu memiliki hardware Full Self-Driving. Kenyataannya, HW1 terbukti tidak mumpuni, disusul HW2 dan HW3 yang juga gagal memenuhi target otonomi level 5. Pemilik yang sudah membeli paket FSD mahal sempat mendapat upgrade gratis ke HW3, tapi kini tertinggal lagi oleh HW4 yang dianggap memadai.
Akibatnya, pengalaman pengguna FSD antara pemilik HW3 dan HW4 semakin berbeda jauh. Tesla hanya menyodorkan versi "lite" untuk hardware lama. Sementara itu, perusahaan justru menggunakan ketidakmampuan ini sebagai alat permintaan pasar dengan menawarkan transfer lisensi FSD ke mobil baru, lalu menghentikannya begitu saja.
Kekecewaan pemilik kini berujung pada jalur hukum. Sejumlah gugatan class action di berbagai negara menuntut kompensasi miliaran dolar karena Tesla dinilai gagal memenuhi janji FSD. Respons Tesla sejauh ini hanya meminta pemilik untuk "bersabar." Temuan Gapinski memperkuat argumen bahwa retrofit sebenarnya layak secara teknis dan bisa menjadi solusi yang adil bagi konsumen yang sudah membayar mahal untuk fitur yang belum pernah mereka nikmati sepenuhnya.