TAKENGON — Lahan seluas 1,75 hektare di Kampung Paya Tungel, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah, resmi menjadi lokasi pengembangan bawang putih. Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan memimpin langsung penanaman perdana di lahan seluas 1.250 meter persegi pada Rabu (19/8/2026), sementara sisanya akan ditanami secara bertahap.
Penanaman ini berlangsung serentak dan terhubung secara virtual dengan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo beserta jajaran pemerintah pusat. Dari Aceh Tengah, kegiatan tersebut menjadi bagian dari 17 provinsi yang mengikuti program serupa demi mendukung swasembada pangan nasional.
Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Tengah menyuplai 10 kilogram bibit bawang putih jenis Lumbu Hijau untuk tahap awal ini. Tujuh kelompok tani terlibat langsung, yakni Giri Mulyo, Karya Tani, Sumber Makmur, Darma Bakti, Maju Bersama, Jagong Makmur, dan Ayu Jaya.
Masing-masing kelompok beranggotakan 21 orang, sehingga total 147 petani menggarap lahan tersebut. Dari luas tanam yang ada, produksi diperkirakan mencapai 45 kilogram bawang putih.
Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada penanaman. Kapolda Aceh bersama rombongan menyerahkan 500 paket bantuan sosial kepada masyarakat kurang mampu serta korban kebakaran di Kampung Jeget Ayu. Paket berisi beras, minyak goreng, gula pasir, telur, dan kebutuhan pokok lainnya.
Polda Aceh melalui Polres Aceh Tengah juga membuka gerai kesehatan yang dipimpin Kabiddokkes Polda Aceh Kombes Pol dr Dafianto Arief. Pelayanan pemeriksaan dan pengobatan medis diberikan gratis kepada warga setempat.
Kapolda Aceh menegaskan pengembangan komoditas bawang putih di Aceh Tengah diharapkan mendorong kemandirian pangan dan membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat.
"Pengembangan komoditas bawang putih di Aceh Tengah diharapkan mampu mendorong kemandirian pangan, membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat, serta menjadi salah satu model percontohan pertanian terpadu yang berkelanjutan," ujar Irjen Ruddi.
Ia menambahkan, Polri bersama pemerintah dan masyarakat berkomitmen memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, memberdayakan kelompok tani, serta mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.