Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Usman, menyatakan dukungan penuh terhadap 56 peserta Kafilah Aceh yang akan berlaga di MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada 11–20 September 2026. Dukungan ini disampaikan saat Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Misran Fuadi, menemuinya di Banda Aceh untuk mematangkan persiapan keberangkatan. Marlina bahkan berencana hadir langsung pada malam pembukaan mendampingi Gubernur Aceh sebagai bentuk motivasi bagi para duta daerah.
BANDA ACEH — Dukungan terhadap Kafilah Aceh yang akan berlaga di Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI terus mengalir menjelang keberangkatan ke Kota Semarang. Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Usman, merespons positif persiapan yang dilakukan Pemerintah Aceh melalui Dinas Syariat Islam (DSI) dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Aceh.
Dalam pertemuan dengan Kepala DSI Aceh, Misran Fuadi, di Banda Aceh, Marlina menyatakan kesiapannya untuk hadir langsung pada malam pembukaan MTQ Nasional. Kehadirannya di Semarang, 11–20 September 2026, merupakan bentuk dukungan moral bagi para peserta yang membawa nama daerah di panggung nasional.
Sebanyak 56 peserta yang masuk dalam Kafilah Aceh bukanlah hasil seleksi instan. Mereka melalui proses panjang sejak MTQ tingkat provinsi di Kabupaten Pidie Jaya, di mana para juara 1, 2, dan 3 dipanggil kembali untuk menjalani seleksi ulang.
"Peserta yang mendapat juara 1, 2, dan 3 dipanggil kembali dari hasil MTQ di Pidie Jaya, kemudian diseleksi lagi, sehingga terpilih peserta terbaik," kata Misran Fuadi.
Menurutnya, seleksi berlapis ini dilakukan agar Aceh tidak sekadar mengirim juara daerah, tetapi benar-benar memiliki kemampuan, kesiapan mental, dan daya saing untuk menghadapi kafilah terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia.
DSI Aceh bersama LPTQ Aceh menyusun pola pembinaan bertahap untuk mematangkan kemampuan para peserta. Program tersebut berlangsung dalam empat tahap: 5–13 Mei, 8–15 Juni, 6–13 Agustus, serta 6–10 September 2026—sepekan sebelum keberangkatan ke Semarang.
Training Center (TC) tahap ketiga yang baru saja rampung menjadi persiapan akhir sebelum peserta memasuki arena kompetisi nasional. Pembukaan TC tahap III dilakukan oleh Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Aceh, Syakir, mewakili Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir.
Pembinaan tidak hanya fokus pada peningkatan teknis di masing-masing cabang lomba. Aspek mental bertanding, spiritual, dan kesiapan menghadapi tekanan kompetisi juga menjadi prioritas utama.
Kafilah Aceh akan berlaga di sembilan cabang lomba, mulai dari Tilawah Al-Qur'an, Tartil, Qira'at, Tahfizh, Tafsir Al-Qur'an, Fahmil Qur'an, Syarhil Qur'an, Khattil Qur'an, hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an (KTIQ).
Untuk memperkuat kualitas pembinaan, DSI Aceh menghadirkan pelatih daerah dan nasional. Ustaz Syahril ditunjuk untuk cabang Tahfizh, Ustaz Isep Misbah untuk Khattil Qur'an, Ustazah Mawaddah untuk Tilawah, serta Ustazah Maria Kiftiah untuk Syarhil Qur'an.
DSI Aceh menyiapkan strategi berbeda bagi peserta dari cabang tertentu yang membutuhkan penguatan lebih. Sejumlah peserta akan mendapatkan pembinaan tambahan di Jakarta sebelum menuju Semarang.
"Tujuannya agar mereka tersentuh dengan pelatih-pelatih nasional. Karena namanya MTQ Nasional, tentu kualitas pembinaan juga harus disesuaikan dengan tingkat nasional," jelas Misran.
Pembinaan tambahan ini tidak diberlakukan kepada seluruh peserta, melainkan hanya cabang yang dinilai membutuhkan pendalaman teknik dan strategi. Langkah ini diambil agar Aceh mampu bersaing ketat dengan kontingen provinsi lain yang juga mempersiapkan atlet terbaiknya.