BANDA ACEH — Sebanyak 11 titik panas terpantau di Aceh melalui sensor MODIS pada satelit Terra, Aqua, dan Suomi NPP, serta NOAA-20/VIIRS. Prakirawan BMKG Sultan Iskandar Muda, Betsi, menyebutkan tingkat kepercayaan deteksi berada pada kategori rendah hingga sedang.
Kemunculan titik panas ini beriringan dengan kondisi atmosfer yang justru mendukung pertumbuhan awan hujan. BMKG mencatat aktifnya gelombang Madden-Julian Oscillation (MJO) secara spasial di wilayah pesisir utara, diperkuat adanya daerah belokan angin dan konvergensi.
Berdasarkan data BMKG, sebaran titik panas terkonsentrasi di wilayah timur dan utara Aceh. Aceh Tamiang mencatat tiga titik di Kecamatan Bendahara, sementara Aceh Tenggara memiliki tiga titik yang tersebar di Kecamatan Babul Makmur dan Leuser.
Empat titik panas lainnya terdeteksi di Aceh Utara, seluruhnya berada di Kecamatan Langkahan. Satu titik tambahan terpantau di Aceh Timur, tepatnya di Kecamatan Indra Makmu.
Suhu muka laut yang hangat di Samudra Hindia sebelah barat dan utara Sumatera menjadi pemicu utama. Kondisi ini meningkatkan penguapan sehingga menambah kandungan uap air di atmosfer dan mendukung pembentukan awan hujan.
BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang berpeluang terjadi di Aceh Barat Daya, Aceh Singkil, dan Aceh Tenggara. Masyarakat di wilayah tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan.
Untuk periode 25–28 Agustus 2026, BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Aceh. Wilayah terdampak meliputi perairan Sabang-Banda Aceh, Aceh Besar-Meulaboh, dan Aceh Barat Daya-Simeulue.
Kondisi serupa juga berpeluang terjadi di perairan Aceh Singkil-Pulau Banyak serta perairan selatan Simeulue. Gelombang tersebut berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran.
Nelayan dan pengguna jasa transportasi laut diimbau memperhatikan perkembangan cuaca sebelum melakukan aktivitas di perairan. BMKG menekankan pentingnya memantau informasi cuaca terkini dari kanal resmi untuk menghindari risiko kecelakaan laut.