BANDA ACEH — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian terbang ke Penang, Malaysia, untuk menjenguk Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar. Kehadiran orang nomor satu di Kementerian Dalam Negeri itu bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan atas perintah langsung Presiden Prabowo Subianto.
Kabar ini pertama kali disampaikan oleh media lokal Habanusantara.net. Dalam laporannya, disebutkan bahwa kondisi kesehatan Wali Nanggroe yang sudah berjuang melawan penyakit selama hampir tiga bulan di rumah sakit Penang menjadi perhatian serius pemerintah pusat.
Penugasan ini bukanlah protokol diplomatik biasa. Presiden Prabowo secara khusus memerintahkan Mendagri untuk memastikan kondisi faktual Wali Nanggroe setelah menerima laporan perkembangan kesehatannya.
Langkah ini menunjukkan hubungan erat antara Pemerintah Pusat dan institusi ke-Wali Nanggroe-an di Aceh. Wali Nanggroe sendiri merupakan simbol pemersatu masyarakat Aceh yang dihormati, dengan posisi yang diatur dalam Undang-Undang Pemerintahan Aceh.
Menurut laporan yang dihimpun, Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar telah menjalani perawatan intensif di Penang selama hampir tiga bulan. Tidak dijelaskan secara rinci jenis penyakit yang diderita, namun proses pemulihan yang panjang mengindikasikan perawatan yang serius.
Pemilihan Penang sebagai lokasi perawatan bukanlah hal baru bagi kalangan pejabat dan tokoh nasional asal Sumatera. Infrastruktur kesehatan di negara bagian Malaysia itu memang dikenal mumpuni dan kerap menjadi pilihan utama untuk penanganan medis lanjutan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari keluarga besar Wali Nanggroe maupun pihak rumah sakit mengenai perkembangan terkini kesehatan Tgk. Malik Mahmud. Doa dan dukungan pun terus mengalir dari berbagai lapisan masyarakat Aceh yang berharap tokoh karismatik ini segera pulih dan kembali ke tanah rencong.