Transaksi UMKM Aceh di KKI 2026 Tembus Rp7,98 Miliar, Ekspor ke Pasar Global Dominasi Capaian

Penulis: Ragil  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 14:34:31 WIB
Produk unggulan UMKM Aceh dipamerkan dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta.

JAKARTA — Produk unggulan Aceh seperti kopi, wastra, dan kriya terbukti mampu bersaing di pasar nasional dan internasional. Capaian ini terlihat dari total transaksi dan ekspor UMKM binaan BI Aceh di Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang menembus Rp7,98 miliar, melonjak sekitar 400 persen dibandingkan edisi sebelumnya.

Plh. Kepala Perwakilan BI Aceh, Hertha Bastiawan, menyebut capaian ini menggambarkan akses pasar produk UMKM Aceh yang semakin terbuka lebar. Tidak hanya di pasar langsung, tetapi juga melalui platform digital hingga menembus pasar ekspor.

Ekspor Jadi Penopang Utama Pertumbuhan

Dari total Rp7,98 miliar tersebut, realisasi ekspor menjadi penyumbang terbesar dengan nilai mencapai Rp4,50 miliar. Sementara itu, penjualan melalui kanal daring membukukan Rp2,86 miliar dan penjualan secara luring sebesar Rp626,70 juta.

Hertha menilai peningkatan signifikan ini bukan hanya soal keberuntungan. Daya saing produk UMKM Aceh dinilai semakin kuat, namun ia mengingatkan bahwa kualitas produk saja tidak cukup untuk memenangkan persaingan.

"UMKM juga perlu memperkuat inovasi, merek, digitalisasi serta akses pasar yang berkelanjutan," ujar Hertha, Kamis (27/8/2026).

Dua UMKM Aceh Raih Penghargaan Bergengsi

Selain mencatat transaksi tertinggi, dua pelaku usaha asal Aceh juga membawa pulang penghargaan di ajang KKI 2026. Werkin Tandem dinobatkan sebagai UMKM dengan transaksi terbanyak pada Area Rupa Kini, sementara PT Melaya Kopi meraih predikat serupa pada kategori Pesona Kopi Nusantara di kanal KKI Online.

Prestasi ini membuktikan produk wastra, fesyen, kriya, dan kopi asal Aceh punya nilai ekonomi yang bisa terus dikembangkan untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

Strategi BI Aceh Jaga Momentum Pertumbuhan

Untuk mempertahankan tren positif ini, BI Aceh berkomitmen memperkuat ekosistem UMKM melalui peningkatan kapasitas usaha, inovasi produk, digitalisasi, hingga fasilitasi menuju pasar ekspor. Sinergi dengan pemerintah daerah, perbankan, dan komunitas usaha akan terus diperkuat.

"Sinergi dengan Pemerintah Daerah, Perbankan, Dunia Usaha, Komunitas, dan Pemangku Kepentingan lainnya akan terus diperkuat guna membangun ekosistem UMKM Aceh yang semakin terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan," kata Hertha.

Bagi pelaku UMKM Aceh, capaian ini menjadi sinyal positif bahwa produk daerah mampu menembus pasar nasional dan global, sekaligus menjadi modal untuk terus berinovasi dan memperluas jaringan pemasaran.

Reporter: Ragil
Sumber: dialeksis.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top