ACEH — Sharge kembali memperkuat posisinya di segmen aksesoris premium lewat produk terbarunya, Shargeek 300 Power Bank. Power bank ini bukan sekadar tempat cadangan daya, melainkan perangkat dengan desain industrial yang menonjolkan komponen internalnya melalui potongan kaca pada bodi metal.
Ditenagai sel baterai full-tab 24.000 mAh, perangkat ini diklaim mampu mengisi daya hingga 300W. Angka tersebut cukup untuk menyalakan dua laptop 14 inci secara bersamaan beserta satu smartphone, menjadikannya salah satu power bank dengan output tertinggi di kelasnya.
Dari segi material, Sharge menggunakan blok aluminium solid yang diproses dengan mesin CNC. Ini berbeda dari mayoritas kompetitor di kategori yang sama yang masih mengandalkan plastik. Menurut klaim pabrikan, bodi metal ini 5-8 kali lebih kuat dari housing plastik konvensional, sekaligus membantu menjaga suhu tetap stabil saat output daya tinggi.
Fitur yang paling menarik perhatian adalah layar 1,9 inci yang tertanam di bodi. Layar ini bukan sekadar indikator sisa baterai. Pengguna bisa memantau kurva daya pengisian dan pengosongan secara real-time, voltase tiap sel baterai, jumlah siklus pengisian, hingga riwayat pemakaian.
Data yang ditampilkan terbilang sangat detail untuk ukuran power bank konsumen. Bagi pengguna awam, informasi ini mungkin terasa berlebihan. Namun untuk kreator konten, videografer, atau profesional yang sering bekerja di lapangan dengan perangkat DC seperti kamera monitor, lampu LED video, hingga peralatan seperti Starlink atau kulkas portabel, fitur ini menjadi pembeda utama.
Sharge juga menyematkan RGB lighting pada bagian dalam bodi yang tembus pandang. Efek visualnya memang terkesan futuristik, mengingatkan pada estetika game Cyberpunk 2077. Ini nilai tambah tersendiri bagi pengguna yang ingin power banknya tampil beda di meja kerja.
Dalam pengujian langsung, klaim pengisian cepat Sharge terbukti akurat. Power bank ini mampu mengisi MacBook Pro 14 inci dari hampir habis ke 50 persen dalam waktu 27 menit. Angka ini hanya selisih sedikit dari klaim resmi yang menyebut 25-30 menit.
Dengan total output 300W, alokasi daya saat ketiga port digunakan bersamaan adalah 140W dari masing-masing USB-C dan 20W dari USB-A. Kombinasi ini cukup fleksibel untuk skenario pengisian daya tiga perangkat sekaligus saat bepergian.
Shargeek 300 Power Bank dijual dengan harga peluncuran USD 199 (sekitar Rp 3,2 juta) melalui Amazon. Harga ini berada di atas rata-rata power bank 24.000 mAh pada umumnya, namun sebanding dengan material bodi metal, layar monitor daya, dan kapasitas output 300W yang ditawarkan.
Perlu dicatat bahwa belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan produk ini di pasar Indonesia. Pengguna yang berminat saat ini harus memesan melalui platform internasional dengan memperhitungkan biaya ongkos kirim dan pajak impor.
Shargeek 300 adalah produk niche yang ditujukan untuk pengguna dengan kebutuhan daya tinggi dan apresiasi terhadap desain. Para kreator konten, videografer, atau profesional yang sering bekerja remote dengan banyak perangkat akan mendapatkan manfaat paling besar dari output 300W dan fitur monitoring daya yang lengkap.
Bagi pengguna umum yang hanya membutuhkan cadangan daya harian untuk smartphone dan tablet, power bank ini mungkin berlebihan. Namun jika Anda mencari perangkat pengisi daya yang tahan banting, informatif, dan tampil beda dari produk kebanyakan, Shargeek 300 layak masuk daftar pertimbangan.