Moriyasu Diklaim Tolak Malaysia, Pilih Karier di Eropa Usai Kontrak Jepang

Penulis: Saiful  •  Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:02:01 WIB
Hajime Moriyasu disebut menolak tawaran melatih timnas Malaysia dan memilih mengejar karier di Eropa.

ACEH — Hajime Moriyasu diklaim menolak peluang melatih timnas Malaysia setelah kontraknya bersama Jepang berakhir Februari 2027, memilih mengejar karier di Eropa. Kabar penolakan ini memaksa FAM meninjau ulang target pelatih, termasuk soal beban gaji tahunan yang disebut mencapai 10 juta ringgit.

Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menghadapi kenyataan pahit dalam perburuan pelatih kepala permanen. Moriyasu, yang saat ini masih menangani timnas Jepang, disebut lebih tertarik melanjutkan karier di Benua Eropa ketimbang menerima tawaran menukangi Harimau Malaya.

Laporan New Straits Times mengutip seorang agen yang dekat dengan agensi di Jepang. Menurut agen tersebut, Moriyasu sudah memiliki rencana jelas begitu masa baktinya bersama Jepang selesai.

"Saya tahu soal rumor ini, tetapi menurut saya dia akan pergi ke Eropa," ujar agen tersebut yang meminta namanya tidak disebutkan.

Mengapa Moriyasu Lebih Memilih Klub daripada Tim Nasional

Ketertarikan Moriyasu pada Eropa bukan kabar baru. Sejumlah media Jepang, salah satunya Nikkan Gendai, sebelumnya melaporkan pelatih 58 tahun itu lebih menyukai pekerjaan harian di level manajemen klub ketimbang menangani tim nasional.

Pola karier semacam ini lazim di kalangan pelatih Jepang yang ingin menguji kemampuan di kompetisi Eropa. Bagi Moriyasu, meninggalkan kursi timnas Jepang setelah Piala Dunia 2026 menjadi momentum logis untuk mengambil langkah tersebut.

Beban Gaji 10 Juta Ringgit Jadi Pertimbangan FAM

Selain soal preferensi karier, NST menyoroti sisi finansial yang harus ditanggung FAM bila tetap mengejar Moriyasu. Untuk membayar gaji tahunan sang pelatih, FAM disebut perlu menyiapkan dana hingga 10 juta ringgit Malaysia, atau setara Rp44,2 miliar.

Nominal itu diyakini sangat membebani anggaran federasi. Dalam kondisi keuangan yang terbatas, FAM diminta lebih realistis menyusun daftar kandidat pelatih, bukan bertahan pada nama yang peluangnya tipis.

Kekosongan Kursi Pelatih Malaysia Belum Tuntas

Penolakan Moriyasu menjadi sorotan karena kekosongan posisi pelatih permanen timnas Malaysia terus berlanjut. Berita Harian melaporkan hal ini sebagai masalah yang belum menemukan jalan keluar.

Harimau Malaya ditinggal Peter Cklamovski sejak awal tahun. Sejak Juli, Tan Cheng Hoe ditunjuk sebagai pelatih sementara. Malaysia membutuhkan pelatih definitif untuk meningkatkan daya saing di kancah internasional, terutama menjelang agenda turnamen yang menuntut persiapan matang.

Tanpa pelatih permanen, proses pembenahan skuad dan strategi jangka panjang berjalan setengah hati. FAM kini berada di posisi harus memilih antara menaikkan anggaran untuk pelatih kelas atas atau menurunkan ekspektasi ke kandidat yang lebih terjangkau.

Reporter: Saiful
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top