Wisata Gratis di Makau, dari Taipa Village hingga Reruntuhan St. Paul's

Penulis: Ragil  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:02:31 WIB
Taipa Village di Makau menawarkan lorong sempit, bangunan lama, dan toko camilan khas yang dapat dijelajahi tanpa tiket masuk.

ACEH — Makau menyimpan wajah lain di luar gemerlap kasino dan hotel mewah, yakni kawasan kota tua yang bisa dijelajahi tanpa tiket masuk. Taipa Village menawarkan lorong sempit, bangunan lama, dan deretan toko camilan khas yang membuka pengalaman wisata hemat. Reruntuhan St. Paul's hingga Coloane melengkapi rute gratis bagi traveler yang ingin mengatur anggaran lebih terukur.

Perjalanan menjelajahi Makau bisa dimulai dari Taipa Village, kawasan yang menghadirkan suasana berbeda dibandingkan kompleks resor modern di pusat kota. Jalan-jalan sempit, bangunan lama, toko kecil, dan restoran lokal memperlihatkan keseharian warga setempat. Kawasan ini cocok bagi traveler yang ingin melihat Makau dari sudut pandang yang lebih membumi.

Taipa Village dan Rua do Cunha

Salah satu titik yang menarik disambangi adalah Rua do Cunha atau Cunha Street. Kawasan pejalan kaki ini dipenuhi deretan toko makanan, restoran, dan penjual oleh-oleh. Camilan khas seperti kue almond dan egg roll bisa ditemukan di sepanjang jalan.

Pengunjung tidak perlu membayar tiket untuk menikmati suasana kawasan tersebut. Pengeluaran baru diperlukan jika ingin mencicipi makanan atau membeli buah tangan. Mercado de Taipa juga menjadi bagian menarik untuk mengenal sisi kuliner dan kreativitas kawasan ini, memadukan pasar, tempat makan, dan lingkungan permukiman.

Landmark Bersejarah Tanpa Tiket Masuk

Bergeser ke pusat kota, perjalanan belum lengkap tanpa mengunjungi Ruins of St. Paul's. Bangunan ini menjadi salah satu landmark paling dikenal di Makau, dengan fasad batu megah yang merupakan sisa kompleks Gereja Mater Dei dan Kolese St. Paul.

Selain St. Paul's, kawasan Guia Hill dan Coloane masuk dalam rute yang disebut menawarkan pengalaman wisata beragam. Reruntuhan bersejarah, ruang hijau, dan atraksi budaya di kawasan ini dapat dinikmati tanpa biaya masuk.

Perpaduan Budaya China dan Portugis

Daya tarik Makau tidak hanya terletak pada hiburan modern. Sejarah, perpaduan budaya China dan Portugis, kuliner khas, serta kehidupan masyarakat lokal turut membentuk pengalaman perjalanan yang menarik. Wisatawan yang ingin berlibur dengan anggaran lebih terukur bisa menjadikan destinasi gratis sebagai pilihan utama.

Tips Menyusun Rute Hemat

  • Mulai dari Taipa Village pada pagi hari, lalu lanjut ke pusat kota untuk menyambangi Ruins of St. Paul's.
  • Siapkan uang tunai secukupnya untuk jajan di Rua do Cunha, karena pengeluaran hanya muncul saat membeli makanan atau oleh-oleh.
  • Gabungkan kawasan Guia Hill dan Coloane dalam satu hari agar perjalanan lebih efisien.
  • Konfirmasi jam operasional tiap titik lewat kanal resmi pariwisata Makau sebelum berangkat.

Durasi ideal untuk menyusuri rute gratis ini adalah dua hingga tiga hari, cukup untuk menikmati Taipa, pusat kota bersejarah, dan Coloane tanpa terburu-buru.

Reporter: Ragil
Sumber: viva.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top