ACEH — Pangeran Harry memboyong Meghan Markle dan kedua anaknya kembali ke Inggris setelah enam tahun menetap di California. Dalam wawancara dengan majalah GQ, ia menyebut pendidikan anak dan kedekatan dengan keluarga sebagai alasan utama kepulangannya.
Keputusan Pangeran Harry memindahkan keluarganya ke Inggris terjadi dalam waktu singkat, tanpa perencanaan panjang. Wawancara terbaru dengan majalah GQ mengungkap bahwa pendidikan Archie dan Lilibet menjadi salah satu pertimbangan terbesar di balik langkah tersebut.
Duke of Sussex bersama Meghan Markle dan kedua anaknya dikabarkan akan menetap di Britania Raya pada akhir Agustus lalu. Sebelumnya, keluarga kecil ini tinggal di Montecito, California, sejak 2020.
Saat ditanya apa yang membuatnya kembali ke Inggris, pria 41 tahun itu menjawab singkat seperti dilansir Hello Magazine: "Kesempatan."
Harry menjelaskan bahwa keputusan tersebut bukan bagian dari rencana jangka panjang. Situasi dan kondisi yang dinilai sudah tepat membuat keluarga ini akhirnya mengambil langkah besar itu.
"Ini bukanlah sesuatu yang telah kami rencanakan sejak lama. Sempat kami pikirkan dan pertimbangkan, namun bagi kami, ketika situasi dan kondisinya sudah tepat, maka kami pun mengambil langkah tersebut," ujarnya.
Bagi Harry, bisa menempatkan anak-anak di sekolah Inggris memiliki arti tersendiri. Ia mengaku baru menyadari betapa pentingnya hal itu bagi dirinya.
"Untuk keluarga. Bisa menempatkan anak-anak di sekolah Inggris sangat berarti buat saya. Tidak menyadari berapa pentingnya itu bagi saya," kata Harry.
Archie kini berusia tujuh tahun, sementara Lilibet baru lima tahun. Keduanya besar di California sejak 2020, jauh dari lingkungan budaya Inggris yang ingin dikenalkan Harry kepada mereka.
Setelah dua minggu bersekolah di sana, Harry melihat anak-anaknya menikmati pengalaman baru tersebut. Menurutnya, sekolah di Inggris memberikan pengalaman yang benar-benar berbeda bagi Archie dan Lilibet.
Selain soal pendidikan, Harry menyebut keinginan untuk lebih dekat dengan keluarganya sebagai alasan lain. Ia tidak merinci siapa yang dimaksud dalam pernyataan tersebut.
"Untuk bisa kembali lebih dekat dengan keluarga saya dan berada di tanah Inggris untuk waktu yang lebih lama—bukan sekadar beberapa hari, atau satu minggu sesekali saja," tutur adik Pangeran William ini.
Pernyataan itu memberi gambaran bahwa kepulangan Harry bukan sekadar kunjungan singkat. Ia ingin membangun kehidupan yang lebih menetap di Inggris bersama Meghan dan kedua anaknya.
Keputusan Harry dan Meghan menyoroti satu hal yang akrab bagi banyak keluarga: memilih lingkungan pendidikan dan sosial terbaik untuk anak. Bagi sebagian orang tua, kedekatan dengan keluarga besar dan budaya asal menjadi pertimbangan yang tidak bisa diabaikan.
Anak usia sekolah memang sedang berada di fase membentuk identitas dan keterampilan sosial. Lingkungan tempat mereka tumbuh, termasuk sekolah dan kedekatan dengan kerabat, ikut memengaruhi proses tersebut.
Yang menarik dari kisah ini, keputusan besar tidak selalu butuh rencana bertahun-tahun. Kadang, orang tua perlu menunggu momen yang tepat sebelum melangkah.
Bagi ibu yang sedang mempertimbangkan pindah kota atau memilih sekolah anak, cerita Harry ini bisa jadi pengingat sederhana: prioritaskan kebutuhan anak dan kedekatan keluarga, lalu ambil keputusan saat kondisinya sudah memungkinkan.