ACEH — IHSG ditutup di level 5.439 pada pekan 19–23 Oktober 2026, menguat 4,90% dibanding pekan sebelumnya. Meski begitu, investor asing masih mencatat aksi jual bersih Rp 8 triliun di pasar reguler. IPOT pun merilis daftar saham yang mencuri perhatian lewat sinyal smart money untuk pekan ini.
Penguatan indeks tidak otomatis berarti semua saham aman dikejar. Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, menyebut penguatan IHSG pekan lalu ditopang sentimen global dan domestik yang cukup solid. Dari sisi global, ketegangan pasar moneter relatif terjaga setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan ke 3,75%–4,00%, disusul ECB dan BoJ.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di 5,75% untuk menjaga stabilitas Rupiah. Cadangan devisa US$146,5 miliar jadi bantalan dalam meredam gejolak eksternal. Berikut rekomendasi saham dari IPOT yang layak dicermati.
Saham PT United Tractors Tbk ini direkomendasikan buy di harga 25.300 dengan target 26.650 atau potensi kenaikan 5,34%. Stop loss dipasang di 24.500 dengan risk to reward ratio 1:1,7.
Dalam jangka pendek, UNTR berpotensi membentuk golden cross moving average. Smart money pada emiten ini juga tercatat kembali masuk dalam 5 hari terakhir.
Emiten PT Bank Danamon Indonesia Tbk ini bergerak uptrend dalam jangka pendek dan berpotensi breakout dengan dorongan smart money. IPOT menyarankan buy on breakout di level 5.100.
Target harga dipasang di 5.600 atau potensi 9,80%, dengan stop loss 4.820 dan risk to reward ratio 1:1,8.
Saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk menarik untuk ditradingkan pekan ini. Harga PGEO konsisten bergerak di atas MA5 dan berpotensi breakout minor trendline.
Rekomendasi buy di 1.025 dengan target 1.100 atau potensi 7,32%. Stop loss di 990, risk to reward ratio 1:2,1.
Bagi yang ingin tetap masuk pasar saat fluktuasi IHSG masih rentan, ETF berbasis dividen tinggi dari rangkaian Power Fund Series (PFS) ini bisa jadi pilihan. Produk ini menawarkan daya tarik bagi investor yang mengincar pendapatan atau yield.
Alasannya, ETF ini membagi risiko ke banyak saham dividen tinggi sekaligus, bukan bertumpu pada satu emiten saja.
David memperkirakan IHSG bergerak mixed pada 26–30 Oktober 2026 dengan peluang menguji resistance 5.500–5.540, selama ditopang arus transaksi domestik yang solid. Investor global cenderung wait and see menantikan arah kebijakan The Fed dan perkembangan negosiasi geopolitik yang memengaruhi harga energi.
Dari dalam negeri, perhatian tertuju pada rilis laporan keuangan kuartal ketiga emiten big caps. Komitmen regulator memperkuat tata kelola bursa dan transparansi investability juga jadi aspek krusial menjelang pengumuman indeks MSCI.
Rekomendasi di atas berbasis sinyal teknikal dan smart money, bukan jaminan cuan. Tetap pantau dinamika Rupiah dan respons kebijakan Bank Indonesia sebelum mengambil posisi.