ACEH — Telkomsel Enterprise melalui solusi DigiAds meluncurkan whitepaper Ramadan Insight 2027 yang memetakan tiga ritme konsumen selama 30 hari Ramadan. Data telco insight mencatat trafik seluler saat sahur naik 77% dan konsumsi konten religi tumbuh 63% dibanding hari biasa. Temuan ini dipaparkan dalam forum industri di Jakarta yang mempertemukan agency, advertiser, dan brand.
Whitepaper bertajuk "Ramadan Insight 2027: Reading the Rhythms of Ramadan" disusun dari data telco insight Telkomsel yang telah diolah secara agregat. Dokumen ini membagi Ramadan ke dalam tiga fase 10 harian, masing-masing dengan pola konsumsi yang berbeda.
Forum peluncurannya digelar pada 16 Oktober 2026 di Jakarta, menghadirkan pembicara dari Telkomsel, Meta, Nestlé, dan WPP. Peserta terdiri dari kalangan agency, advertiser, dan praktisi industri iklan.
Sepuluh hari awal Ramadan ditandai penyesuaian rutinitas sahur, berbuka, dan ibadah. Konsumen aktif mencari konten di tengah perubahan jadwal harian.
Telkomsel mencatat trafik seluler pada waktu sahur melonjak 77% dibanding hari biasa. Trafik layanan video dan streaming tumbuh 38%, sementara konsumsi konten religi naik 63%.
Pola ini membuka ruang bagi brand untuk masuk lewat konten yang menyatu dengan rutinitas baru konsumen. Pendekatan emosional dinilai lebih efektif ketimbang sekadar menambah frekuensi tayang iklan.
Memasuki 10 hari kedua, perhatian konsumen bergeser ke kegiatan sosial dan persiapan kebutuhan keluarga. Penggunaan aplikasi transportasi meningkat 58%, aplikasi kebutuhan sehari-hari dan ritel tumbuh 32%, dan kunjungan ke pusat perbelanjaan naik 19%.
Sebanyak 88% konsumen yang berbelanja kebutuhan Ramadan tetap memilih datang langsung ke toko fisik. Angka ini menegaskan pentingnya kampanye yang menyambungkan interaksi digital dengan kunjungan ke gerai.
Tanpa koneksi antara kanal digital dan fisik, pembelian berisiko beralih ke brand lain di titik penjualan.
Pada 10 hari terakhir, kebutuhan konsumen bergeser ke persiapan perjalanan dan kebersamaan keluarga. Akses aplikasi perjalanan naik 32%, dan 73% pemudik tercatat singgah di rest area untuk beristirahat, beribadah, dan makan.
Fase ini membuka peluang bagi brand untuk hadir lewat informasi dan penawaran di sepanjang jalur perjalanan konsumen. Titik sentuh di rest area dan aplikasi perjalanan menjadi kanal yang paling relevan.
Telkomsel DigiAds menyiapkan rangkaian solusi iklan Ramadan 2027, mulai dari pesan kontekstual, komunikasi berbasis lokasi, integrasi brand dalam tayangan spesial Ramadan di MAXStream, hingga kehadiran di titik perjalanan mudik.
Salah satu penerapannya, Contextual Messaging pada momen yang relevan, diklaim mampu meningkatkan rasio klik hingga 2,6 kali lipat.
VP Corporate Innovation, Sustainability, Marketing, and Digital Advertising Telkomsel, Mia Melinda, menyatakan brand yang menang di Ramadan bukan yang paling lantang, melainkan yang paling memahami ritme konsumen.
"Melalui solusi DigiAds dari Telkomsel Enterprise, kami membantu agency, advertiser, dan brand membaca perubahan tersebut agar kampanye dapat dirancang lebih tepat sasaran dan memberikan hasil bisnis yang lebih baik," kata Mia dalam keterangannya.
Ramadan Insight 2027 menempatkan persaingan bukan lagi soal seberapa sering brand terlihat. Kuncinya ada pada kesesuaian pesan, kanal, dan waktu tayang di tiap fase.
Kebutuhan konsumen pada awal Ramadan berbeda dengan menjelang Idulfitri. Kategori fashion, FMCG, perjalanan, dan kebutuhan Idulfitri tetap mencatat permintaan tinggi, tetapi konsumen diperkirakan makin selektif dalam memilih produk dan brand.
"Dengan insight yang kuat dan eksekusi yang tepat, brand dapat hadir bukan sebagai distraksi, tetapi sebagai bagian yang relevan dari perjalanan konsumen," tutup Mia.