Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Review Kurikulum Magister KPI, Berlaku Tahun 2027

Penulis: Ragil  •  Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:31:31 WIB
Ketua Program Studi Magister KPI, Dr. T. Faizin, M.Kom.I., menyampaikan agenda evaluasi kurikulum dalam lokakarya di Lhokseumawe.

LHOKSEUMAWE — Lokakarya yang digelar mulai pukul 08.00 WIB itu menempatkan evaluasi kurikulum sebagai agenda utama, bukan sekadar formalitas akademik. Ketua panitia sekaligus Ketua Program Studi Magister KPI, Dr. T. Faizin, M.Kom.I., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan kurikulum program studi.

Faizin mendorong keterlibatan berbagai pemangku kepentingan untuk memberi masukan dan gagasan. Tujuannya meningkatkan relevansi materi perkuliahan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja.

Dibuka Resmi Direktur Pascasarjana

Direktur Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Prof. Dr. Zulfikar Alibuto, M.A., membuka lokakarya secara resmi. Ia mengharapkan dukungan serta kontribusi pemikiran peserta untuk menyempurnakan kurikulum yang direncanakan diterapkan pada 2027.

Masukan dari unsur pimpinan, dosen, dan alumni akan menjadi bahan pertimbangan dalam proses pengembangan kurikulum. Perancangan ulang ini menyasar arah pembelajaran yang terukur, bukan hanya penambahan mata kuliah.

Lima Aspek yang Ditinjau, dari Profil Lulusan hingga Asesmen OBE

Kegiatan menghadirkan Dr. Muhammad Aminullah, M.A., Wakil Ketua Umum V DPP ASCOPIS Aceh, sebagai pemateri. Ia membahas sejumlah aspek penting dalam peninjauan kurikulum:

  • Relevansi profil lulusan
  • Capaian pembelajaran lulusan (CPL)
  • Struktur mata kuliah
  • Proses pembelajaran
  • Asesmen yang berorientasi pada Outcome-Based Education (OBE)

Aspek-aspek tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kurikulum memiliki arah pembelajaran yang terukur. Setiap kompetensi yang diharapkan lulusan mesti punya dasar penilaian yang jelas.

Komunikasi Islam Kontekstual Jadi Ciri Khas Lulusan

Pengembangan kurikulum Magister KPI perlu memperkuat kekhasan komunikasi Islam yang kontekstual, inklusif, etis, dan berbasis riset. Penguatan tersebut diharapkan mendukung kemampuan lulusan merespons dinamika komunikasi dan penyiaran Islam, baik di lingkungan akademik maupun praktik profesional.

Peninjauan kurikulum juga menjadi ruang mengidentifikasi kompetensi yang perlu diperkuat. Lulusan dituntut mampu menghadapi perubahan teknologi, media, dan kebutuhan masyarakat.

Alumni Minta Lulusan Lebih Adaptif di Era Digital

Alumni Magister KPI, Ali Muhajir, M.Sos, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan alumni menjadi bagian penting dalam proses evaluasi kurikulum, terutama untuk memberi perspektif mengenai relevansi pembelajaran dengan kebutuhan di lapangan.

"Kami berharap review kurikulum ini mampu meningkatkan kualitas lulusan Magister KPI agar lebih kompeten, adaptif, dan mampu menjawab tantangan komunikasi serta penyiaran Islam di era digital," ujar Ali Muhajir.

Masukan alumni diharapkan membantu program studi menyelaraskan kompetensi akademik dengan tantangan profesi di bidang komunikasi, penyiaran, dan dakwah Islam.

Diikuti Pimpinan, Dosen, hingga Alumni

Kegiatan ini turut dihadiri unsur wakil rektor, dekan, ketua dan sekretaris program studi, para dosen, serta alumni Magister KPI UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe. Pascasarjana berharap proses pengembangan kurikulum menghasilkan rancangan pembelajaran yang relevan, adaptif, dan berorientasi pada mutu lulusan.

Lokakarya juga dimaksudkan memperkuat peran Program Studi Magister KPI dalam pengembangan keilmuan komunikasi dan penyiaran Islam di Aceh.

Reporter: Ragil
Sumber: hariandaerah.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top