BANDA ACEH — Derita panjang jamaah haji asal Aceh di Tanah Suci belum berakhir. Hingga hari ini, total jamaah yang wafat tercatat sudah mencapai sepuluh orang setelah satu korban tambahan dilaporkan oleh pihak embarkasi.
Korban terbaru diketahui berasal dari Kota Langsa. Ia wafat setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi akibat kondisi kesehatan yang menurun drastis selama menjalani rangkaian ibadah haji.
Rentetan Wafatnya Jamaah: Dari Kloter Pertama hingga Terbaru
Sepuluh jamaah yang wafat tersebar di beberapa kloter keberangkatan. Sebagian besar wafat karena gangguan kesehatan yang sudah diderita sebelumnya, ditambah cuaca ekstrem di Tanah Suci yang mencapai suhu di atas 45 derajat Celcius.
Pihak Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) terus memantau kondisi jamaah yang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Beberapa di antaranya masih dalam pengawasan ketat karena memiliki penyakit bawaan seperti hipertensi dan diabetes.
Bagaimana Penanganan Jenazah dan Hak Jamaah?
Setiap jamaah yang wafat di Tanah Suci akan langsung ditangani oleh otoritas Saudi melalui prosedur pemulasaraan jenazah. Pihak Pemerintah Indonesia, melalui petugas haji, memastikan hak-hak jamaah seperti asuransi dan pengurusan dokumen tetap berjalan.
Jenazah jamaah yang wafat akan dipulangkan ke tanah air setelah seluruh proses administrasi selesai. Keluarga korban di Aceh telah mendapatkan pemberitahuan resmi dari petugas embarkasi.
Langkah Antisipasi: Apa yang Dapat Dilakukan Keluarga?
Keluarga jamaah yang masih berada di Tanah Suci diminta untuk terus menjalin komunikasi dengan petugas kloter. Informasi terkini mengenai kondisi kesehatan jamaah bisa diakses melalui posko kesehatan haji yang tersedia di setiap hotel dan pemondokan.
Petugas juga mengimbau agar jamaah tidak memaksakan diri menjalankan ibadah sunnah di luar kemampuan fisik. Cuaca panas dan kelelahan menjadi faktor utama penyebab jatuhnya korban jiwa di kalangan jamaah lanjut usia.