BANDA ACEH — Kepala BPS Aceh, Agus Andria, mengungkapkan bahwa pergerakan wisatawan asing ke provinsi paling barat Indonesia ini masih mengandalkan dua pintu masuk utama. Arus kedatangan terpantau melalui Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) di Aceh Besar dan Pelabuhan Internasional Balohan di Sabang.
“Terdapat dua pintu masuk utama untuk wisatawan mancanegara yang dipantau, yaitu Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda dan Pelabuhan Internasional Balohan di Sabang,” kata Agus Andria dalam keterangannya di Banda Aceh, Selasa (5/5/2026).
Data BPS menunjukkan adanya dinamika pada sektor perhotelan selama Maret 2026. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang berada di angka 19,79 persen, atau mengalami penurunan 1,84 poin dibandingkan capaian pada Februari 2026.
Kondisi berbeda terlihat pada akomodasi kelas menengah ke bawah. TPK hotel nonbintang justru merangkak naik ke angka 17,10 persen, meningkat 1,84 poin dari bulan sebelumnya. Jika dibandingkan dengan Maret 2025, angka hunian ini tumbuh 4,49 poin.
Agus merinci bahwa fluktuasi ini merupakan bagian dari pola perjalanan wisatawan yang berkunjung ke Aceh. Meski hunian hotel berbintang sedikit terkoreksi, pertumbuhan secara tahunan (year-on-year) tetap menunjukkan tren positif sebesar 6,49 poin.
Sektor transportasi justru menunjukkan gairah yang lebih kuat, terutama pada angkutan laut. BPS mencatat total penumpang angkutan laut di Aceh menembus 122.487 orang sepanjang Maret 2026. Angka ini melonjak tajam hingga 119,35 persen dibandingkan Februari 2026.
“Jumlah penumpang angkutan laut pada bulan Maret 2026 naik 119,35 persen dibandingkan Februari 2026, serta meningkat 197,49 persen dibandingkan Maret 2025,” ujar Agus.
Di udara, Bandara Sultan Iskandar Muda melayani 22.857 penumpang domestik, naik 23,52 persen dari bulan sebelumnya. Sementara untuk rute internasional, jumlah penumpang yang berangkat tercatat sebanyak 9.682 orang, tumbuh 3,90 persen secara bulanan atau melonjak 34,10 persen dibanding tahun lalu.
Peningkatan signifikan pada penumpang angkutan laut mengindikasikan tingginya mobilitas menuju Pulau Weh melalui Pelabuhan Balohan. Hal ini menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha wisata di Sabang, mengingat pelabuhan tersebut merupakan urat nadi utama penyeberangan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Pertumbuhan penumpang internasional di bandara juga memperkuat posisi Aceh sebagai destinasi yang mulai kembali dilirik pasar global. Konsistensi kenaikan angka tahunan sebesar 53,37 persen pada penumpang domestik menunjukkan bahwa daya tarik wisata lokal masih menjadi motor utama penggerak ekonomi daerah di sektor pariwisata.