ACEH — Ini adalah gelar ke-14 Arsenal di kasta tertinggi Inggris, ketiga terbanyak sepanjang sejarah sepak bola Inggris. Tambahan satu trofi ini sekaligus memutus rentetan tiga musim beruntun mereka sebagai runner-up.
Musim lalu, Arsenal finis di posisi kedua di bawah Man City. Musim sebelumnya juga sama. Musim sebelumnya lagi? Sama. Tapi musim ini ceritanya berbeda.
Man City Gagal Manfaatkan Momentum, Haaland Cuma Jadi Pelengkap
City datang ke Vitality Stadium dengan tekanan besar. Mereka wajib menang jika ingin memperpanjang persaingan, setelah Arsenal menang tipis 1-0 atas Burnley pada Senin (11/5) berkat gol Kai Havertz. Tapi Bournemouth, yang tengah berburu tiket Eropa, tidak memberi ruang.
Justru tuan rumah yang unggul lebih dulu lewat gol Eli Junior Kroupi. City baru bisa menyamakan kedudukan di masa injury time melalui Erling Haaland. Hasil imbang 1-1 itu cukup untuk memastikan Arsenal juara, dan Bournemouth lolos ke kompetisi Eropa.
Arteta Akhiri Penantian di Musim Ketujuh, Warisan 'The Invincibles' Terbayar
Ini adalah gelar Premier League pertama Arsenal sejak era Arsene Wenger pada 2003/04—musim di mana mereka menyandang status 'The Invincibles' usai tak terkalahkan dalam 38 pertandingan. Kini, di musim ketujuh penuh Mikel Arteta sebagai manajer, mahkota itu kembali ke Emirates Stadium.
Perjalanan menuju gelar ini nyaris terganggu saat Arsenal kalah dari Man City di Etihad Stadium bulan lalu. Namun anak asuh Arteta bangkit dengan empat kemenangan beruntun tanpa kebobolan.
Declan Rice: Klub Ini Pantas Dapat Hal Baik
"Kami tahu di dalam diri kami masih punya keyakinan dan bisa tetap juara (setelah kalah dari Man City)," kata gelandang Arsenal Declan Rice. "Ini emosional karena melihat dari mana klub ini berasal dalam 10 tahun terakhir—naik turunnya."
Rice, yang bergabung pada musim panas 2023, mengaku sudah mendengar cerita sulit Arsenal sebelum kedatangannya. "Klub ini pantas mendapat hal-hal baik dan kami bekerja keras untuk itu. Jadi mari terus dorong," tambahnya.
Mantan Bek City: Kami Ekspektasi Lebih dari Guardiola
Di sisi lain, kekalahan City dalam perburuan gelar menuai kritik. Mantan bek City Micah Richards menyayangkan performa tim asuhan Pep Guardiola—yang akan hengkang usai 10 tahun dinasti—di momen krusial.
"Selamat untuk Arsenal, tapi untuk City, kami berekspektasi lebih. Saat semuanya ada di tangan mereka, mereka tidak bisa menyelesaikannya," ujar Richards. "Hari yang buruk. Jatuh seperti ini—kalah dari Everton, imbang lawan Bournemouth—kami berharap lebih."
Laga Terakhir dan Peluang Double: Final Liga Champions Menanti
Arsenal akan menjalani laga terakhir Premier League melawan Crystal Palace di London sebagai juara. Namun fokus utama kini beralih ke Budapest. Pekan depan, Arsenal akan menghadapi Paris Saint-Germain di final Liga Champions—kesempatan pertama mereka meraih trofi ganda (double) dalam sejarah klub.