SIMEULUE — Puluhan perwakilan desa di Kabupaten Simeulue mengikuti pembekalan pengelolaan objek wisata yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan setempat. Pelatihan ini menyasar anggota kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang baru terbentuk di tingkat desa.
Standar Pelayanan untuk Tamu yang Datang
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Simeulue Mukhsin mengatakan materi pelatihan mencakup keterampilan dasar dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan. Mulai dari penyambutan, informasi objek wisata, hingga memastikan kenyamanan pengunjung selama berada di desa.
"Pembekalan kelompok sadar wisata ini menjadi awal penguatan peran masyarakat dalam pengelolaan objek wisata di Kabupaten Simeulue," kata Mukhsin di Simeulue, Selasa.
Peserta yang mengikuti pelatihan berasal dari desa-desa yang tersebar di sepuluh kecamatan. Mereka dipilih untuk menjadi motor penggerak pariwisata di kampung halamannya masing-masing.
Baru Tiga Pokdarwis, Targetnya Ditambah
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Simeulue mencatat baru tiga kelompok sadar wisata yang sudah terbentuk dan aktif. Jumlah itu masih jauh dari kebutuhan mengingat potensi wisata bahari dan alam di kabupaten kepulauan ini cukup besar.
"Ke depan, kami akan memperbanyak kelompok masyarakat yang mengelola objek wisata tersebut," ujar Mukhsin.
Pembentukan Pokdarwis dinilai strategis karena melibatkan warga secara langsung. Mereka bukan sekadar penjaga lokasi wisata, melainkan juga duta yang memperkenalkan potensi desa kepada pengunjung.
Bupati: Kesan Pertama Menentukan Wisatawan Kembali
Bupati Simeulue Muhammad Nasrun Mikaris menyebut kelompok sadar wisata adalah investasi jangka panjang bagi sektor pariwisata daerah. Menurutnya, pelayanan yang baik sejak wisatawan tiba hingga pulang akan meninggalkan kesan positif.
"Dengan adanya kelompok ini, wisatawan yang datang terlayani dengan baik, mulai dari penyambutan hingga kepulangan, sehingga memberi kesan yang baik, sehingga menimbulkan kesan dan minat untuk berkunjung kembali," kata bupati.
Ia berharap peserta pembekalan mengikuti seluruh materi dengan sungguh-sungguh. Kualitas sumber daya manusia, kata bupati, menjadi kunci agar pariwisata Simeulue bisa bersaing dengan daerah lain.
Mendorong Pariwisata Berbasis Masyarakat
Program pembekalan ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Simeulue mendorong pariwisata berbasis masyarakat. Sebelumnya, pemkab juga tengah menyusun rancangan peraturan daerah tentang pembangunan pariwisata sebagai payung hukum pengelolaan sektor ini.
Dengan keterlibatan aktif warga, pengelolaan objek wisata tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pemerintah daerah. Masyarakat desa diharapkan mampu mengembangkan potensi lokal secara mandiri dan berkelanjutan.
Kabupaten Simeulue yang berada di Provinsi Aceh memiliki sejumlah destinasi wisata bahari, seperti pantai pasir putih dan spot selam. Namun, akses dan pengelolaan yang masih terbatas membuat potensi tersebut belum tergarap maksimal.