Tiga SMK PP di Aceh Teken MoU dengan Forum Kakao Aceh, Lulusan Siap Kerja dari Hulu ke Hilir

Penulis: Sutomo  •  Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:06:31 WIB
Tiga SMK pertanian negeri di Aceh menandatangani nota kesepahaman dengan Forum Kakao Aceh dalam Duek Kakao XIII di Kutacane, Sabtu (8/8/2026).

KUTACANE — Tiga SMK pertanian negeri di Aceh menggandeng Forum Kakao Aceh (FKA) untuk memperkuat keterampilan siswa di sektor perkebunan kakao. Penandatanganan nota kesepahaman berlangsung dalam Duek Kakao XIII di Gedung Oproom Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tenggara, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Kerja sama ini mencakup pendampingan budidaya, transfer teknologi pengolahan pascapanen, hingga pengembangan kapasitas siswa sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri kakao di Aceh.

Dukungan Teknologi Pengolahan Biji Kakao untuk Sekolah

Kepala SMK PP Negeri Kutacane, Umra Dani, menyebut kolaborasi ini menjadi jembatan bagi sekolah untuk mendapatkan dukungan teknologi pengolahan biji kakao. Pembelajaran siswa tidak lagi berfokus pada produksi di lahan, tetapi juga mencakup proses pascapanen untuk meningkatkan nilai tambah produk.

“Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam budidaya dan pengolahan tanaman kakao, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang unggul dan siap kerja,” ujar Umra.

Dua SMK Lain Ikut Teken MoU

Selain SMK PP Negeri Kutacane, dua sekolah lainnya turut menandatangani MoU dengan FKA, yaitu SMK PP Negeri Bireuen dan SMK PP Negeri Saree. Ketiganya diarahkan untuk memperkuat sumber daya manusia pertanian yang memiliki keterampilan praktis dan relevan dengan kebutuhan sektor usaha kakao.

Menghadirkan Pemangku Kepentingan dari Pusat hingga Daerah

Duek Kakao XIII dibuka langsung oleh Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry. Acara ini mempertemukan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Azanuddin Kurnia, Direktur BPDLH Joki Tri Haryanto, Riki Tanudibrata dari PT Dimitri, Anggota DPR Aceh Yahdi Hasan, serta Ketua Forum Kakao Aceh Lilis.

Forum yang berlangsung hingga 9 Agustus 2026 ini menjadi ajang diskusi pengembangan komoditas kakao di Aceh. Sekaligus membuka akses pasar dan peluang investasi bagi petani serta pelaku usaha lokal.

Target Lulusan: Siap Kerja dan Melek Peluang Usaha

Melalui kerja sama ini, sekolah menargetkan lulusannya memiliki keterampilan teknis budidaya sekaligus pengetahuan pengolahan hasil dan peningkatan nilai ekonomi kakao. Siswa diharapkan mampu melihat kakao sebagai peluang usaha dari hulu hingga hilir, bukan sekadar komoditas mentah.

Bagi SMK PP Negeri Kutacane, langkah ini merupakan bagian dari upaya mendekatkan kurikulum sekolah dengan kebutuhan riil industri. Dengan demikian, lulusan diharapkan lebih siap bersaing di pasar kerja maupun membuka usaha mandiri di sektor perkebunan. (Hidayat/Ihfa)

Reporter: Sutomo
Sumber: lintasgayo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top