BANDA ACEH — Rencana pembangunan perpustakaan terbuka di ibu kota Provinsi Aceh ini tidak memerlukan gedung baru. Konsepnya memanfaatkan ruang publik Taman Bustanussalatin yang sudah ada, dengan kapasitas penataan ruang untuk sekitar 2.000 pengunjung.
Asisten Direktur Kerja Sama Internasional Pemerintah Kota Seoul, Mr. Lee Jeongoo, bersama Direktur Perpustakaan Metropolitan Kota Seoul, Ms. Oh Jieun, dan Manager Proyek Hanglobal Consultant, Mr. Jungjyun Seo, hadir langsung membahas visualisasi konsep dan tindak lanjut proyek tersebut.
Penataan ruang outdoor library dirancang menyatu dengan area istirahat dan membaca secara alami. Pemisahan gender juga diterapkan sesuai adat dan budaya setempat.
Program ini akan berlangsung selama delapan minggu pada setiap akhir pekan. Setiap minggunya mengusung tema berbeda yang menggabungkan lokakarya, kompetisi, serta pertunjukan seni dan budaya Aceh.
Sebelum kunjungan ini, tiga perwakilan Banda Aceh telah mengikuti pelatihan pengembangan dan operasional outdoor library di Kota Seoul pada 24–30 Juni 2026. Mereka adalah Sekretaris Bappeda Rahmatsyah Alam, Perencana Ahli Madya Bappeda Mirzayanto, dan Pustakawan Ahli Muda Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Banda Aceh Musnahayati.
Banda Aceh memilih proyek ini karena melihat peluang pemanfaatan taman-taman kota yang selama ini belum optimal. Selain itu, program ini diharapkan meningkatkan minat baca masyarakat dengan menggabungkan konsep perpustakaan dan gaya hidup saat ini.
Illiza menyatakan komitmennya memberikan dukungan penuh dalam pembentukan outdoor library di Banda Aceh. Menurutnya, program ini menjadi cara mendekatkan buku kepada masyarakat.
“Ini adalah outdoor library pertama di Indonesia yang langsung dibantu oleh Pemerintah Kota Seoul, karena kemarin kita ikut challenge dari 40 kota dari 28 negara yang mengajukan dan hanya dua negara yang terpilih, salah satunya Indonesia dan yaitu Kota Banda Aceh,” ungkap Illiza.
Ia berharap bantuan tersebut dapat memotivasi anak muda dan masyarakat Banda Aceh untuk semakin gemar membaca.
“Bantuan ini mudah-mudahan memotivasi anak muda kita, masyarakat kita untuk bisa gemar membaca melalui outdoor library ini,” pungkasnya.
Seoul ODA Challenge merupakan program tahunan Pemerintah Kota Seoul untuk mempromosikan keberhasilan kebijakan pembangunan kota, salah satunya melalui konsep Seoul Outdoor Library yang telah diterapkan di Korea Selatan.