BANDA ACEH — Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murtalamuddin, menyebut hasil evaluasi belajar siswa yang jeblok harus dijadikan bahan refleksi, bukan sekadar angka di atas kertas. Ia mendorong kepala sekolah menjadi penerobos yang mencari solusi, bukan saling menyalahkan antar-pemangku kepentingan.
Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Provinsi Aceh di Banda Aceh, Senin (18/5/2026). Forum ini dihadiri para kepala cabang dinas pendidikan kabupaten/kota dan pengurus MKKS SMA dari seluruh Aceh.
Kepala Sekolah Harus Penerobos, Bukan Sekadar Pelaksana Administrasi
Murtalamuddin menegaskan bahwa pendidikan Aceh tidak boleh berjalan stagnan. Menurutnya, program pemerintah harus benar-benar diterjemahkan menjadi aksi di lapangan, bukan sekadar kertas kerja yang menumpuk di meja.
“Pendidikan Aceh harus bangkit. Semua program pemerintah harus benar-benar diterjemahkan menjadi program nyata di sekolah dengan target yang jelas dan terukur,” ujar Murtalamuddin dalam arahannya.
Ia menyebut kepala sekolah memegang peranan kunci. Bukan hanya mengurus administrasi, tetapi juga melahirkan inovasi dan menjadi motor perubahan di lingkungan masing-masing.
Tantangan Geografis dan Kesenjangan Capaian Akademik
Dinas Pendidikan Aceh mengakui tantangan pendidikan di provinsi ini masih beragam. Mulai dari perbedaan kondisi geografis antardaerah, kualitas layanan yang timpang, hingga capaian akademik yang tidak merata.
Murtalamuddin menekankan pentingnya penerapan visi Pemerintah Aceh dalam dunia pendidikan, terutama membangun pendidikan yang Islami, unggul, dan kompetitif. Ia meminta seluruh sekolah mampu menghadirkan pendidikan berkualitas secara merata, tidak hanya di kota-kota besar.
Kenyamanan Kerja Kepala Sekolah Jadi Perhatian
Ketua MKKS SMA Provinsi Aceh, Muhibbul Khibri, menyoroti aspek lain yang tak kalah penting: kenyamanan kerja kepala sekolah. Ia berharap kebijakan mutasi dan rotasi ke depan mempertimbangkan kompetensi serta kondisi geografis wilayah tugas.
“Kepala sekolah yang bekerja nyaman akan lebih optimal dalam membangun tata kelola sekolah, membina guru, serta meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan bagi siswa,” kata Muhibbul.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK Aceh, Syarwan Joni, menyebut rakor ini menjadi energi baru untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan. Ia menekankan kerja sama antara sekolah, pemerintah, dan pihak terkait harus terus diperkuat agar melahirkan perubahan nyata.
Forum ini diharapkan melahirkan langkah konkret dan semangat baru untuk mempercepat kebangkitan pendidikan Aceh ke depan.