Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Aceh, Budi Sultika, menyatakan distribusi beras SPHP terus dimaksimalkan melalui jaringan mitra di seluruh kabupaten/kota. Langkah ini untuk mengantisipasi dampak musim tanam yang membuat harga gabah naik hingga Rp8.100 per kilogram.
“Insya Allah target ini akan tercapai. Saat ini kami memaksimalkan distribusi beras SPHP ke mitra-mitra Bulog yang tersebar di seluruh kabupaten/kota untuk menjaga stabilitas harga beras,” kata Budi dalam keterangan resminya, Jumat (3/7/2026).
Petani Diuntungkan, Harga Beras Terkendali
Budi menilai kenaikan harga gabah memberi manfaat langsung bagi petani. “Kami tidak mempermasalahkan harga gabah yang tinggi. Nilai tambahnya langsung dinikmati masyarakat, khususnya petani. Yang terpenting, kami memastikan beras SPHP tersedia cukup di pasaran agar tidak terjadi lonjakan harga beras,” ujarnya.
Bulog Aceh menyalurkan beras SPHP melalui Rumah Pangan Kita (RPK), pedagang beras mitra Bulog, pasar, serta kegiatan Gerakan Pangan Murah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menekan laju inflasi di Aceh, baik secara bulanan maupun tahunan.
Stok Aman, Masyarakat Tak Perlu Khawatir
Budi memastikan ketersediaan stok beras SPHP dalam kondisi aman. Pihaknya akan terus memasok beras ke berbagai pasar di seluruh Aceh. Tujuannya agar masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau sekaligus mendukung stabilisasi pasokan dan harga pangan.