LHOKSEUMAWE — Dr Ir Asri ST MT bukan nama baru di lingkungan Universitas Malikussaleh. Sebelum masuk tiga besar calon rektor, ia menempuh jalur panjang sebagai dosen Jurusan Teknik Elektro, peneliti energi, hingga penyandang jabatan akademik Lektor Kepala.
Rapat senat yang berlangsung di Kampus Reuleut, Aceh Utara, menempatkan Asri bersama dua kandidat lain dalam bursa pemilihan rektor. Tahapan berikutnya akan menentukan siapa yang memimpin Unimal pada periode 2026-2030.
Dari Bireuen, Menekuni Ilmu Kelistrikan hingga Doktoral
Asri lahir di Bireuen pada 20 Juni 1971. Pendidikan sarjana Teknik Elektro ia selesaikan di Unimal, kampus yang kemudian menjadi tempatnya berkarier sebagai akademisi.
Ia melanjutkan magister Teknik Elektro di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dan lulus pada 2006. Dokumen akademik Fakultas Teknik Unimal tahun 2019 mencatat tesisnya membahas analisis stabilitas sistem kelistrikan akibat gangguan satu fasa ke tanah pada Gardu Induk Brandan.
Jenjang doktoral ditempuh di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, dan rampung pada November 2024. Kini perjalanan pendidikannya mencakup tiga kampus: sarjana di Unimal, magister di UGM, doktoral di USK.
Di ruang kuliah, salah satu mata kuliah yang diampunya berkaitan dengan pembangkit daya listrik. Bidang kajiannya tidak berhenti pada kapasitas pembangkitan, tetapi juga keberlanjutan pasokan dan efisiensi sistem.
Evaluasi PLTMH di Pidie hingga Sumatera Utara
Pengalaman lapangan Asri terbentuk lewat keterlibatan dalam pembangunan dan evaluasi pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH). Kementerian Koperasi melibatkannya bersama GTZ untuk mengevaluasi proyek energi skala kecil di sejumlah lokasi.
Wilayah yang tercatat dalam pengalamannya antara lain Gampang di Pidie, Bungus, Humbang Hasundutan dan Parlilitan di Sumatera Utara, serta Solok Selatan di Sumatera Barat.
Proyek semacam ini bergantung pada kondisi alam dan kebutuhan masyarakat setempat. Evaluasi yang dijalankannya memberi gambaran soal tantangan pembangkit energi di daerah terpencil.
Dorong Akper Pidie hingga Izin Program Profesi Insinyur
Di lingkungan Unimal, Asri dikenal sebagai salah satu penggerak masuknya Akademi Keperawatan (Akper) Pidie ke Unimal. Institusi itu kini berada dalam lingkungan Fakultas Kedokteran Unimal.
Ia juga berperan dalam proses perolehan izin pendirian Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Unimal. Program tersebut berkembang hingga mengukuhkan lulusan angkatan pertamanya pada September 2026.
Jejak itu terhimpun dari penelusuran dokumen akademik, arsip resmi Unimal, publikasi ilmiah, dan dokumentasi kegiatan kelembagaan. Semuanya memberi gambaran soal tanggung jawab yang pernah diembannya di luar ruang kelas.
Apa yang Menentukan di Tahap Berikutnya
Penetapan tiga besar calon rektor membuka tahap pemilihan yang lebih ketat. Sembilan suara yang diraih Asri di penyaringan menjadi modal awal, tetapi belum menjamin hasil akhir.
Unimal membutuhkan pemimpin yang mampu mengurus kelembagaan, kerja sama industri, dan pengembangan pendidikan profesi dalam empat tahun ke depan. Pengalaman Asri di tiga bidang itu akan diuji dalam tahapan selanjutnya.