Pencarian

Bank Indonesia Proyeksikan Ekonomi Aceh Tumbuh 4,6-5,1 Persen pada 2026, Ekspor dan Investasi Jadi Tumpuan

Jumat, 23 Oktober 2026 • 09:01:01 WIB
Bank Indonesia Proyeksikan Ekonomi Aceh Tumbuh 4,6-5,1 Persen pada 2026, Ekspor dan Investasi Jadi Tumpuan
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Aceh memaparkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Aceh 4,6-5,1 persen pada 2026.

BANDA ACEH — Proyeksi pertumbuhan 4,6-5,1 persen itu masih bersifat perkiraan untuk keseluruhan tahun 2026. Agus menyebut pemulihan aktivitas ekonomi membutuhkan dukungan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, serta kementerian dan lembaga.

Pertanian, perdagangan, dan konstruksi disebut sebagai sektor penting yang menopang perekonomian Aceh. Sebagai gambaran capaian, Badan Pusat Statistik Aceh mencatat pertumbuhan ekonomi triwulan II 2026 sebesar 4,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Target Investasi Rp9,8 Triliun, Realisasi Semester I Baru 31 Persen

Pemerintah Aceh memasang target investasi Rp9,8 triliun pada 2026. Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh, Ramadhani, menyebut realisasinya hingga semester I mencapai sekitar Rp3 triliun atau 31 persen dari target.

Ramadhani menekankan pentingnya investasi yang memperbesar kegiatan pengolahan di daerah. Hasil pertanian dan perkebunan perlu dikembangkan menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi.

"Kita perlu bertransformasi menjadi ekonomi yang mampu menghasilkan barang setengah jadi atau barang jadi," ujarnya.

Pengembangan investasi dipusatkan pada empat bidang: infrastruktur dan energi, agroindustri, pariwisata, serta kawasan investasi. Menurut Ramadhani, upaya menarik modal perlu disertai kesiapan infrastruktur, kepastian kebijakan, dan peningkatan keterampilan tenaga kerja.

Masyarakat sekitar juga diharapkan memperoleh manfaat melalui kesempatan bekerja dan transfer pengetahuan.

Harga Komoditas Global Naik, Pendapatan Ekspor Berpeluang Meningkat

Ekonom Senior Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Anisha Wirasti Cahyaningrum, menilai kenaikan harga komoditas global membuka kesempatan bagi Aceh meningkatkan pendapatan ekspor. Komoditas yang dimaksud terutama minyak kelapa sawit mentah atau CPO, migas, dan hasil perkebunan.

Peluang itu beriringan dengan tekanan terhadap harga barang impor, khususnya pangan. Kenaikan harga dapat meningkatkan pengeluaran rumah tangga dan menggerus daya beli warga.

Anisha mengingatkan pentingnya menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi melalui koordinasi BI, pemerintah daerah, dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah. Perkembangan permintaan negara mitra dagang juga perlu dicermati karena perlambatan ekonomi global dapat memengaruhi pasar ekspor Aceh.

Regenerasi Perajin Wastra Jadi Perhatian

Pada skala usaha masyarakat, BI Aceh mendorong pengembangan wastra sebagai bagian dari ekonomi kreatif. Regenerasi perajin menjadi perhatian karena banyak pelaku kerajinan kain tradisional Aceh telah berusia lanjut.

"Wastra ini salah satu budaya yang ada di Aceh dan perlu kita gaungkan agar warisan ini tidak hilang," kata Agus.

Pembinaan dilakukan melalui pelatihan menenun, menyulam, pengembangan motif, serta peningkatan kemampuan desainer lokal dengan melibatkan desainer nasional. Promosi lewat peragaan busana dan kegiatan nasional diharapkan memperluas pasar produk Aceh.

Meuseuraya Festival Libatkan 150 UMKM, Target Transaksi Rp5 Miliar

Upaya tersebut turut ditampilkan dalam Meuseuraya Festival yang berlangsung pada 22-25 Oktober 2026. Kegiatan ini melibatkan Dekranasda dari 23 kabupaten/kota bersama Pemerintah Aceh.

Sebanyak 150 UMKM dari berbagai sektor, termasuk wastra dan kuliner, mengikuti festival tersebut. BI Aceh menargetkan transaksi Rp5 miliar selama kegiatan, dengan rata-rata kunjungan sekitar 1.200 orang per hari.

Follow www.pantauaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dialeksis.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks