ACEH — Apple menyatakan penayangan Formula 1 di Apple TV memberi dampak signifikan bagi bisnis iklannya. Studi brand lift yang dikomisioner Apple bersama para pengiklan menunjukkan kenaikan brand familiarity, brand favorability, dan purchase intent yang melampaui benchmark CTV Amerika Serikat. Apple pun bersiap menjual musim kedua dengan pendekatan yang sama.
Wakil Presiden Apple Ads Todd Teresi mengungkapkan bahwa Formula 1 menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan lini iklan perusahaan. Menurutnya, brand yang mensponsori F1 di Apple TV mencatat hasil positif pada tiga metrik utama: pengenalan merek, kesukaan terhadap merek, dan niat pembelian.
Apple tidak menerapkan tier beriklan pada layanan streaming Apple TV secara keseluruhan. Iklan hanya muncul di konten olahraga langsung seperti F1 dan MLS, sebuah pilihan yang menurut perusahaan demi menjaga pengalaman pelanggan.
Bagaimana Iklan Ditempatkan di Siaran F1
Teresi menjelaskan pendekatan Apple dalam mengintegrasikan merek ke dalam tayangan balap. Alih-alih menyisipkan iklan yang mengganggu, Apple berupaya agar brand hadir menyatu dengan pengalaman menonton penggemar.
"Kami benar-benar memikirkan cara yang tepat agar pengiklan menjadi bagian dari pengalaman ini secara mulus," kata Teresi kepada The Hollywood Reporter.
Menurutnya, merek-merek tersebut hadir di dalam produk, di dalam pemrograman, dan bisa dirasakan selama balapan berlangsung. Apple juga menggandeng sponsor F1 yang sudah ada di mobil dan seragam tim agar tidak terjadi ketidakcocokan antara merek dan ajang.
Amex dan Ford Jadi Pengiklan Utama Musim Pertama
Pada musim pertamanya bersama F1, Apple mengamankan kesepakatan besar dengan American Express dan Ford. Kedua merek menyatakan antusiasme terhadap hasil kerja sama tersebut.
"Dengan kembalinya Ford ke F1, kami menemui penggemar di tempat mereka berada dan menceritakan kisah kami lebih besar dari sebelumnya," ujar Will Ford, General Manager Ford Racing.
Ia menyebut Apple TV sebagai mitra yang luar biasa dalam menjangkau audiens baru. Ford mencatat kesadaran terhadap Ford Racing dan kepemimpinan inovasi perusahaan meningkat, seiring perayaan 125 tahun Ford di dunia balap.
Dari sisi American Express, VP Global Media Jill Hamilton menyatakan bahwa terhubung dengan penggemar F1 di rumah sama pentingnya dengan menghadirkan akses dan pengalaman khusus di sirkuit. Beriklan di F1 via Apple TV dinilai memberi peluang memperdalam koneksi dengan penggemar sekaligus menunjukkan nilai keanggotaan AmEx.
Penonton Muda dan Berpenghasilan Tinggi Jadi Daya Tarik
Teresi menyebut F1 menarik audiens kelas atas dengan median pendapatan lebih tinggi dibanding liga besar lain seperti NFL atau NBA. Profil penonton inilah yang menarik merek-merek premium untuk beriklan.
Eddy Cue, eksekutif Apple yang mengawasi seluruh bisnis layanan, mengatakan jumlah penonton F1 di Apple TV naik dua digit dibandingkan ESPN pada musim lalu. Angka tersebut memang masih moderat dibanding NFL, tetapi audiensnya lebih muda, lebih kaya, dan lebih engaged.
"Apakah kami memonetisasi F1 dengan baik? Ya. Apakah kami punya CPM yang memimpin industri? Tentu, karena ini audiens premium dan pengiklan ingin menjangkau pelanggan tersebut," kata Teresi.
Ia mengakui audiens F1 di Apple TV lebih kecil dan terbatas di Amerika Serikat, berbeda dengan bisnis iklan Apple lain yang bersifat global dan berbasis niat pencarian.
Apa Target Apple Selanjutnya
Apple kini menyiapkan penjualan musim kedua F1 dengan formula yang sama. Perusahaan menegaskan tidak mengejar pertumbuhan iklan dengan segala cara, melainkan model seimbang antara pengalaman pelanggan dan nilai bagi pengiklan.
"Tujuannya bukan menumbuhkan iklan dengan segala cara, tapi menciptakan model seimbang antara pengalaman hebat bagi pelanggan dan nilai yang dikembalikan ke pengiklan," ujar Teresi.
Bagi pasar hiburan global, langkah Apple ini menegaskan bahwa hak siar olahraga langsung menjadi pintu masuk strategis bagi raksasa teknologi untuk membangun bisnis iklan tanpa harus mengorbankan model langganan.