TAPAKTUAN — Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Aceh Selatan membuat debit air Sungai Lae Soraya dan Krueng Trumon Raya meluap. Luapan kedua sungai merendam pemukiman di Kecamatan Trumon Tengah, dengan Gampong Lhok Raya menjadi lokasi paling parah.
Di Gampong Lhok Raya, ketinggian air di badan jalan mencapai 20-40 cm. Air di dalam rumah warga bahkan mencapai 50 cm.
Rincian 46 Jiwa yang Mengungsi ke Kompi Brimob
Pusdalops PB BPBD Aceh Selatan mencatat 30 KK atau 112 jiwa terdampak di gampong tersebut. Sebanyak 16 KK atau 46 jiwa di antaranya memilih mengungsi ke Kompi Brimob Lhok Raya.
Kelompok pengungsi terdiri dari 4 lansia, 2 balita, 13 anak-anak, 3 remaja, dan 24 dewasa. Komposisi itu menunjukkan kelompok rentan mendapat perhatian tersendiri dalam penanganan banjir di Trumon Tengah.
Gampong Cot Bayu Masih Dipantau
Kondisi berbeda terjadi di Gampong Cot Bayu. Banjir di sana baru merendam badan jalan setinggi 10-20 cm, sementara permukiman warga belum terdampak.
Meski begitu, petugas terus memantau karena ketinggian air berpotensi naik. Pemantauan dilakukan menyusul luapan sungai yang belum sepenuhnya surut.
Rumah Terendam hingga Ancaman Lahan Pertanian
BPBD menyebut banjir mengakibatkan rumah terendam dan aktivitas warga terganggu. Debit air yang terus meningkat juga mengancam lahan pertanian di sekitar wilayah terdampak.
Data yang dihimpun Pusdalops PB BPBD Aceh Selatan masih bersifat sementara. Petugas di lapangan masih melakukan pendataan lanjutan di Gampong Lhok Raya dan Gampong Cot Bayu.