Siswa Seberangi Sungai Pakai Speedboat, Pemkab Aceh Utara Kaji Pembangunan Jembatan Krueng Keureuto

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 01 Mei 2026 | 03:01:03 WIB
https://portalsatu.com/siswa-seberangi-krueng-keureuto-naik-speedboat-dinas-pupr-aceh-utara-akan-kaji-pembangunan-jembatan/

ACEH UTARA - Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai melakukan pengkajian mendalam terkait rencana pembangunan jembatan permanen yang melintasi aliran Krueng Keureuto. Infrastruktur ini dinilai krusial untuk mempermudah akses pendidikan bagi puluhan siswa di Dusun Biram, Gampong Plu Pakam, Kecamatan Tanah Luas, yang selama ini terisolasi secara aksesibilitas darat menuju sekolah mereka.

Kondisi memprihatinkan yang dialami para siswa tersebut menjadi sorotan setelah mereka diketahui harus menyeberangi sungai menggunakan speedboat tanpa mesin untuk mencapai Gampong Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong. Desakan dari warga setempat agar pemerintah segera membangun jembatan permanen pun menguat, mengingat risiko keselamatan yang tinggi saat debit air sungai meningkat, terutama bagi anak-anak yang hendak menuntut ilmu.

Pengkajian Teknis dan Sinkronisasi Data Tata Ruang

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Utara, Jaffar, menyatakan bahwa rencana pembangunan jembatan tersebut saat ini masih dalam tahap pengkajian teknis. Pihaknya perlu melakukan verifikasi data lapangan secara menyeluruh, terutama menyangkut inventarisasi infrastruktur yang terdampak bencana alam di wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

“Pada prinsipnya, kami perlu menyinkronkan data terlebih dahulu, terutama inventarisasi jembatan yang rusak. Untuk lokasi penghubung antara Gampong Plu Pakam dan Blang Pante, kami harus melihat dari sisi tata ruang, apakah sudah tersedia ruas jalan atau belum,” ujar Jaffar saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Bupati Aceh Utara, Kamis, 30 April 2026.

Jaffar menekankan bahwa ketersediaan akses jalan yang memadai menjadi syarat penting sebelum jembatan dapat direncanakan. Jika di lokasi tersebut belum terdapat jalur penghubung yang resmi masuk dalam peta jalan kabupaten, maka Dinas PUPR akan mengkaji tingkat urgensi pembangunannya berdasarkan fungsinya sebagai jalur utama bagi mobilitas siswa dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Skema Pembiayaan dan Urgensi Jalur Pendidikan

Pemerintah daerah juga tengah mempertimbangkan skema pembiayaan yang paling memungkinkan untuk merealisasikan proyek tersebut. Survei lapangan yang akurat menjadi langkah awal yang tidak bisa ditawar sebelum proyek masuk ke dalam tahapan perencanaan anggaran. Jaffar menyebutkan bahwa jika lokasi tersebut merupakan ruas jalan kabupaten, maka pendanaan dapat bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK).

“Survei lapangan menjadi langkah penting sebelum proyek dapat direncanakan. Pihaknya juga akan mempertimbangkan apakah pembangunan tersebut dapat dibiayai melalui APBK. Jika ruas jalan kabupaten sebagai akses utama, untuk membangun jembatan itu dapat dimanfaatkan pendanaan bersumber APBK,” jelas Jaffar lebih lanjut mengenai potensi anggaran yang akan digunakan.

Pembangunan jembatan ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi bagi para siswa yang harus menyeberangi sungai dengan sarana seadanya, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi antar-kecamatan. Selama ini, ketiadaan jembatan permanen di titik tersebut membuat warga harus menempuh perjalanan lebih jauh atau mengambil risiko menyeberangi arus sungai Krueng Keureuto yang seringkali tidak terprediksi.

Evaluasi Infrastruktur Pascabencana Banjir Bandang

Konteks pembangunan jembatan ini juga berkaitan erat dengan pemulihan infrastruktur pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah Aceh Utara pada akhir November 2025 lalu. Jaffar mengungkapkan bahwa berdasarkan data yang ada, tidak ada jembatan utama di sepanjang aliran Krueng Keureuto yang mengalami kerusakan total akibat bencana tersebut, namun sejumlah jembatan gantung di beberapa kecamatan memerlukan perbaikan serius.

“Sejauh ini belum ada pembangunan jembatan baru di sepanjang Krueng Keureuto yang menghubungkan antarkecamatan. Saat banjir bandang akhir November 2025 lalu, tidak ada jembatan utama di aliran Keureuto yang rusak parah, hanya beberapa jembatan gantung yang rusak dan perlu diperbaiki di sejumlah kecamatan lainnya,” ungkapnya merinci kondisi terkini pascabencana.

Sebagai langkah penanganan cepat pascabencana, pemerintah daerah telah berkolaborasi dengan pihak TNI dan Polri untuk membangun sejumlah jembatan perintis. Hingga saat ini, pengerjaan jembatan gantung di beberapa titik strategis masih terus dilakukan oleh pihak TNI guna mendukung mobilitas warga yang sempat terhambat. Dinas PUPR Aceh Utara memastikan bahwa setiap usulan pembangunan jembatan baru akan diprioritaskan berdasarkan skala kebutuhan masyarakat yang paling mendesak.

Reporter: Redaksi
Back to top