Headphone Studio 120 Jam Baterai Ini Mengecewakan — Ini Alasannya

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 01 Mei 2026 | 23:15:06 WIB
OneOdio Studio Max 2 menawarkan baterai 120 jam dengan desain portabel yang fleksibel.

OneOdio Studio Max 2 masuk ke pasar dengan janji besar: baterai 120 jam, konektivitas wireless via Bluetooth 6.0 dan 2.4GHz, serta desain yang dapat dilipat untuk portabilitas. Headphone ini dirancang khusus untuk musisi yang membutuhkan peralatan produksi berkualitas tinggi. Namun setelah pengujian mendalam, ternyata spesifikasi mengesankan itu tidak berkorelasi dengan kualitas audio yang diberikan.

Kualitas Audio: Masalah Utama yang Tidak Bisa Diabaikan

Dalam pengujian dengan lagu-lagu yang kaya detail dan layer audio kompleks, kami menemukan masalah serius pada kualitas suara. Salah satu isu paling mengganggu adalah distorsi pitch pada beberapa trek—sesuatu yang sama sekali tidak boleh terjadi pada headphone yang disebut sebagai peralatan studio. Selain itu, audio terdengar keruh dan bercampur dengan static, terutama pada track-track yang rumit.

Masalah ini menghemat dengan jelas bahwa OneOdio Studio Max 2 bukanlah pilihan ideal untuk musisi profesional atau produser audio yang membutuhkan akurasi reproduksi suara. Untuk profesional yang bekerja dengan detail audio, setiap millisecond distorsi atau perubahan pitch bisa merusakan hasil kerja.

Desain yang Fleksibel, Tapi Kurang Nyaman untuk Pemakaian Lama

Dari segi desain, OneOdio Studio Max 2 memiliki beberapa keunggulan. Headphone ini dilengkapi earcup yang dapat berputar 180 derajat, headband yang dapat disesuaikan, dan desain yang dapat dilipat. Semuanya dikemas dalam hard case yang kokoh, lengkap dengan transmitter dan berbagai kabel (3.5mm, 6.35mm, USB-C).

Namun, desain yang fleksibel ini datang dengan trade-off besar: ukuran yang sangat besar. Headphone ini termasuk yang paling masif yang pernah kami coba, sampai-sampai menutupi sebagian besar wajah saat dikenakan. Padding tebal pada earcup memberikan tekanan yang membuat penggunaan jangka panjang terasa tidak nyaman. Untuk pemusik yang harus bergerak antar instrumen atau penulis yang bekerja selama berjam-jam, headphone ini bukan solusi ideal.

Konektivitas Berlimpah, Tapi Kompleksitas Tidak Perlu

OneOdio Studio Max 2 menawarkan berbagai opsi konektivitas: Bluetooth, 2.4GHz wireless dengan transmitter, dan koneksi kabel 3.5mm atau 6.35mm. Pada pandangan pertama, ini terdengar impresif—fleksibilitas maksimal untuk berbagai setup studio.

Namun dalam praktik, kemudahan ini berubah menjadi kerumitan. Carry case penuh dengan kabel, adaptor, dan transmitter, membuat switching antar mode konektivitas terasa tidak praktis. Untuk musisi studio tradisional, koneksi kabel sudah standar dan mencukupi. Fitur wireless yang ditambahkan malah terasa memperumit alih-alih menyederhanakan workflow.

Harga Rp 3 Juta, Ada Alternatif Lebih Baik

OneOdio Studio Max 2 dijual dengan harga $189 di pasar internasional (sekitar Rp 3 juta jika dihitung dengan nilai tukar saat ini). Pada rentang harga ini, ada alternatif yang jauh lebih baik.

Beyerdynamic DT 270 Pro seharga $159 (Rp 2,5 juta) menawarkan kualitas audio yang jernih dan konsisten di berbagai genre dan instrumen, dengan bobot yang jauh lebih ringan—lebih praktis untuk pekerjaan produksi yang memerlukan pergerakan sering. Untuk anggaran lebih ketat, Rode NTH-50 seharga $109 memberikan performa audio yang mengesankan untuk harga tersebut, meski dengan desain on-ear yang kurang nyaman untuk pemakaian panjang.

Siapa yang Sebaiknya Membeli Ini?

OneOdio Studio Max 2 paling cocok untuk mereka yang membutuhkan konektivitas multi-opsi dan desain portabel, namun bukan prioritas utama untuk kualitas audio studio kelas atas. Jika Anda seorang content creator yang sering berpindah-pindah tempat dan membutuhkan fleksibilitas konektivitas—tanpa menuntut presisi audio profesional—headphone ini bisa menjadi pilihan.

Namun, jika Anda adalah musisi, produser audio, atau sound engineer yang serius dengan pekerjaan, investasi Anda lebih baik dialokasikan ke headphone dengan reputasi audio yang terbukti, seperti Beyerdynamic atau merek studio lainnya yang lebih matang.

Reporter: Redaksi
Back to top