Eurotunnel mencatatkan pendapatan tahunan hingga 1,6 miliar euro atau setara Rp 27,2 triliun berkat layanan transportasi bawah laut antara Inggris dan Prancis. Infrastruktur megah sepanjang 50,5 kilometer ini kini menjadi satu-satunya koneksi darat yang menghubungkan Britania Raya dengan daratan Eropa sejak resmi beroperasi pada 1994.
"Bonjour mon ami," sapa Graham Fagg singkat. "Welcome to France," balas Philippe Cozette. Pertemuan dua operator ini pada 1 Desember 1990 menandai momen paling emosional dalam sejarah konstruksi modern. Di kedalaman 50 meter di bawah dasar laut, Inggris dan Prancis akhirnya resmi terhubung melalui jalur darat untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Eurotunnel atau Terowongan Saluran Inggris bukan sekadar pencapaian teknik sipil, melainkan simbol ambisi yang tertunda selama dua abad. Sejak resmi dibuka untuk umum pada 1994, terowongan ini melayani perlintasan kereta cepat Eurostar dan angkutan kendaraan shuttle. Setelah tiga dekade beroperasi, proyek yang dulunya dianggap mustahil ini terbukti menjadi mesin uang yang sangat menguntungkan.
Gagasan menghubungkan dua negara ini sebenarnya sudah muncul sejak 1751 melalui pemikiran geolog Prancis, Nicolas Desmarets. Namun, ide tersebut baru mendapat perhatian serius pada 1802 saat Napoleon Bonaparte mendukung proyek terowongan untuk kereta kuda. Rencananya saat itu cukup sederhana namun ambisius: lorong bawah tanah dengan penerangan lampu minyak.
Memasuki tahun 1866, insinyur Inggris Henry Marc Brunel membuktikan secara teknis bahwa lapisan tanah di bawah selat tersebut terdiri dari batuan kapur (chalk). Jenis batuan ini sangat ideal untuk pengeboran karena stabil namun mudah ditembus. Brunel bahkan menciptakan sistem ekstraksi gravitasi yang metodenya masih diadopsi oleh industri pengeboran modern hingga saat ini.
Langkah fisik pertama dimulai pada 1880, namun langsung terhenti tiga tahun kemudian. Pemerintah Inggris saat itu khawatir keberadaan terowongan akan memudahkan musuh melakukan invasi darat ke wilayah mereka. Ketakutan militer ini membekukan proyek Eurotunnel selama hampir satu abad, termasuk saat Winston Churchill mencoba menghidupkan kembali ide ini sebelum Perang Dunia II.
Kesepakatan final baru tercapai pada 20 Januari 1986 di bawah kepemimpinan François Mitterrand dan Margaret Thatcher. Konstruksi masif yang melibatkan ribuan pekerja ini menghasilkan sistem tiga terowongan paralel yang canggih.
Pengelolaan Eurotunnel saat ini berada di bawah kendali Getlink (sebelumnya Group Eurotunnel). Berdasarkan data terbaru, perusahaan berhasil meraup pendapatan mendekati 1,6 miliar euro atau sekitar Rp 27,2 triliun (kurs Rp 17.000). Menariknya, sumber cuan perusahaan tidak hanya berasal dari tiket kereta penumpang dan logistik.
Sekitar 400 juta euro dari total pendapatan tersebut disumbang oleh Eleclink, unit bisnis interkoneksi listrik yang memanfaatkan jalur terowongan untuk menyalurkan energi antarnegara. Selain itu, lini bisnis Europorte yang fokus pada angkutan barang juga memperkuat neraca keuangan perusahaan. Diversifikasi ini membuktikan bahwa infrastruktur fisik bisa menjadi aset multiguna di era transisi energi.
Keberhasilan Eurotunnel memberikan pelajaran berharga bagi Indonesia yang sering mewacanakan proyek serupa, seperti Jembatan Selat Sunda atau terowongan bawah laut di Ibu Kota Nusantara (IKN). Eurotunnel membuktikan bahwa hambatan terbesar megaproyek seringkali bukan pada teknologi, melainkan pada konsensus politik dan mitigasi risiko keamanan.
Bagi industri teknologi dan konstruksi lokal, metode pengeboran dan pemeliharaan struktur bawah laut Eurotunnel tetap menjadi standar emas. Integrasi antara transportasi dan transmisi energi seperti yang dilakukan Getlink bisa menjadi model bisnis menarik untuk menghubungkan pulau-pulau besar di Indonesia di masa depan.
Saat ini, Eurotunnel terus melakukan modernisasi sistem persinyalan dan peningkatan kapasitas layanan digital untuk penumpang. Meskipun Inggris telah keluar dari Uni Eropa (Brexit), terowongan ini tetap menjadi urat nadi ekonomi yang tak tergantikan bagi kedua wilayah tersebut.