Drone menghantam menara apartemen mewah di distrik Mosfilmovskaya, Moskow, yang berjarak sekitar 6 kilometer dari pusat pemerintahan Kremlin pada Senin (6/5). Insiden ini terjadi saat Rusia memperketat keamanan menjelang parade Victory Day 9 Mei dan memutuskan untuk meniadakan pameran alutsista berat tahun ini.
Ibu kota Rusia kembali menjadi sasaran serangan udara di tengah persiapan perayaan hari bersejarah nasional. Sebuah drone berhasil menembus pertahanan udara dan menghantam bagian atas menara residensial di kawasan elit Mosfilmovskaya Street. Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, mengonfirmasi bahwa layanan darurat segera dikerahkan ke lokasi kejadian tak lama setelah benturan terjadi.
Sistem pertahanan udara Moskow dilaporkan sempat menghalau dua drone Ukraina dalam serangan tersebut. Namun, satu unit tetap berhasil mengenai struktur bangunan di distrik yang dikenal sebagai kawasan kelas atas tersebut. Hingga laporan ini diturunkan, otoritas setempat memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden langka yang terjadi mendekati pusat kota ini.
Mosfilmovskaya merupakan area strategis yang hanya berjarak sekitar 6 hingga 8 kilometer dari Kremlin. Media lokal merilis visual yang menunjukkan kerusakan pada lantai-lantai atas gedung apartemen tersebut. Serangan ini menjadi perhatian serius bagi intelijen Rusia karena biasanya sistem pertahanan udara mampu mencegat ancaman drone di wilayah pinggiran atau sebelum memasuki batas kota Moskow.
Serangan drone ini terjadi tepat saat Rusia mematangkan persiapan parade Victory Day untuk memperingati kekalahan Nazi Jerman pada Perang Dunia II. Kementerian Pertahanan Rusia pekan lalu telah mengumumkan bahwa parade tahun ini akan berlangsung tanpa kehadiran peralatan militer berat. Kebijakan tersebut diambil untuk pertama kalinya sejak 2007 sebagai respons atas potensi ancaman keamanan yang meningkat.
Kremlin secara eksplisit menyebutkan bahwa perubahan format ini merupakan langkah antisipasi terhadap risiko serangan yang mungkin menargetkan kerumunan massa atau simbol-simbol negara. Meskipun alutsista berat ditiadakan, Presiden Vladimir Putin tetap dijadwalkan hadir untuk menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan publik Rusia.
Bagi Vladimir Putin, Victory Day bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan pilar utama dalam narasi kepemimpinannya selama 25 tahun terakhir. Perayaan ini rutin digunakan untuk membangkitkan semangat patriotisme sekaligus memberikan legitimasi moral atas operasi militer yang sedang berlangsung di Ukraina. Adanya gangguan keamanan di jantung ibu kota memberikan tekanan tambahan bagi efektivitas sistem pertahanan udara Rusia.
Ketegangan di Moskow meningkat seiring dengan frekuensi serangan drone yang mulai menyasar infrastruktur sipil dan strategis di dalam wilayah kedaulatan Rusia. Pengurangan skala parade militer menunjukkan bahwa ancaman serangan udara kini menjadi variabel yang tidak bisa diabaikan oleh otoritas keamanan di Moskow, terutama pada hari-hari besar nasional yang memiliki nilai simbolis tinggi.