Dead as Disco Siap Rilis Mei 2026, Game Rhythm Bergaya Spider-Verse

Penulis: Muammad Amran  •  Senin, 04 Mei 2026 | 22:05:01 WIB

BrainJar Games mengonfirmasi Dead as Disco akan meluncur ke tahap Early Access pada 5 Mei 2026 mendatang. Game rhythm action ini mengusung visual ala Into the Spider-Verse dan menjanjikan pengalaman bertarung intens mengikuti irama musik orisinal bagi pengguna PC.

Genre rhythm action kembali mendapatkan amunisi baru melalui Dead as Disco. BrainJar Games selaku pengembang merancang proyek ini sebagai surat cinta bagi penggemar aksi beat 'em up yang menuntut presisi tinggi. Pemain akan berperan sebagai Charlie Disco, seorang musisi yang terbangun 10 tahun setelah kecelakaan misterius yang membubarkan band miliknya.

Secara mekanik, Dead as Disco mengambil inspirasi besar dari kesuksesan Hi-Fi: Rush. Anda harus menghajar gelombang musuh, mulai dari robot penembak laser hingga bouncer klub malam, tepat sesuai ketukan musik (on-beat). Semakin akurat serangan dan tangkisan (parry) yang dilakukan, semakin tinggi skor yang bisa diraih.

Visual Eksentrik Terinspirasi Into the Spider-Verse

Daya tarik utama game ini terletak pada presentasi visualnya yang berani. Pengembang menggunakan estetika komik dengan warna neon yang mencolok. Transisi antar level terasa organik, seolah pemain sedang bertarung di dalam sebuah video klip musik yang terus berubah bentuk secara dinamis.

Adam Gershowitz, CCO BrainJar Games, mengungkapkan bahwa timnya menggunakan teknik visual yang tidak konvensional. "Salah satu tolok ukur visual kami adalah Into the Spider-Verse. Mereka banyak bermain dengan bentuk-bentuk funky, half-tone, hingga teknik stippling," ujarnya. Hal ini terlihat jelas pada sekuens animasi 2D yang sesekali muncul memecah aksi pertarungan.

Salah satu level yang menonjol adalah pertarungan melawan Dex, seorang artis yang tubuhnya dipenuhi implan siber. Arena pertarungan bertransformasi dari klub malam menjadi labirin brutalist, lorong penjara, hingga ziggurat raksasa. Atmosfernya mengingatkan pada sampul album death metal yang kelam namun penuh energi.

Mekanik Pertarungan dan Fitur Utama

Dead as Disco tidak hanya mengandalkan serangan standar. Pemain dapat meminjam kekuatan khusus dari mantan rekan band Charlie untuk menghasilkan kombo mematikan. Fitur ini memberikan variasi strategi, terutama saat menghadapi musuh dalam jumlah besar yang membutuhkan serangan area atau tangkisan balik (counter).

  • Mekanik Ritme: Serangan, parry, dan skill aktif harus disinkronkan dengan BPM musik.
  • Skill Tree: Sistem peningkatan kemampuan untuk membuka perk baru pada kekuatan setiap anggota band.
  • Custom Music Support: Pemain bisa memasukkan file musik pribadi untuk membuat level kustom dengan deteksi BPM otomatis.
  • Endless Mode: Mode tantangan tanpa batas untuk mengejar skor tertinggi di papan peringkat global.
  • Hideout Upgrade: Area hub yang bisa dipersonalisasi menggunakan mata uang dalam game.

Gershowitz menjelaskan bahwa inti dari game ini adalah memenuhi fantasi masa kecil menjadi pahlawan aksi. Ia mengibaratkan pengalamannya seperti melihat Bruce Lee atau Jackie Chan bertarung dengan koreografi yang sempurna. "Ini adalah respons otak reptil yang kami bangun ke dalam Dead as Disco. Bruce Lee bertarung mengikuti irama TikTok," tambahnya.

Potensi di Pasar Game Indonesia

Bagi komunitas gamer di Indonesia, Dead as Disco menawarkan sesuatu yang segar di tengah dominasi game kompetitif. Genre rhythm action memiliki basis penggemar loyal di tanah air, terutama mereka yang tumbuh dengan judul seperti Osu! atau Guitar Hero. Dukungan untuk menggunakan musik sendiri (legal) menjadi nilai tambah besar bagi pemain yang ingin bereksperimen dengan lagu lokal.

Meski masih dalam tahap pengembangan, BrainJar Games sudah menyiapkan peta jalan (roadmap) yang ambisius. Selain peluncuran Early Access pada Mei 2026, mereka berencana menambahkan komponen multiplayer dan "Harmony Tower". Mode ini akan menguji ketahanan pemain melalui level dengan tantangan genre musik yang bercampur aduk.

Dead as Disco dijadwalkan meluncur eksklusif untuk PC melalui Steam. Pengembang masih memiliki waktu sekitar satu tahun untuk memoles animasi dan transisi kamera yang sesekali masih terasa kaku. Jika eksekusinya matang, game ini berpotensi menjadi standar baru bagi pengembang indie dalam mengolah genre aksi berbasis musik.

Reporter: Muammad Amran
Back to top