Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh menerima 527 naskah dalam Sayembara Menulis Cerpen Piala Gubernur Aceh hingga batas akhir pengumpulan 29 April 2026. Seluruh karya dari 23 kabupaten/kota di Aceh tersebut kini memasuki tahap penjurian untuk menentukan pemenang.
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh secara resmi menutup proses pengiriman naskah Sayembara Menulis Cerpen Piala Gubernur Aceh pada akhir April lalu. Berdasarkan data panitia pelaksana, tercatat sebanyak 527 naskah cerpen telah diterima dan siap mengikuti tahapan seleksi selanjutnya. Seluruh naskah tersebut berasal dari penulis yang tersebar di 23 kabupaten/kota di seluruh wilayah Provinsi Aceh.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, T. Banta Nuzullah, menyampaikan bahwa tingginya angka partisipasi ini merupakan indikator positif terhadap minat literasi di kalangan generasi muda Aceh. Menurutnya, antusiasme peserta menunjukkan bahwa ruang ekspresi melalui karya sastra masih sangat diminati oleh pemuda di berbagai daerah.
Data panitia menunjukkan sebaran peserta yang cukup merata dari seluruh wilayah Aceh. Kabupaten Bireuen menjadi daerah dengan kontribusi naskah terbanyak dalam sayembara tahun ini. Berikut adalah rincian jumlah pengiriman naskah berdasarkan wilayah asal peserta:
T. Banta Nuzullah menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perlombaan menulis, melainkan sarana edukasi strategis bagi generasi muda. Sayembara ini mengusung tema yang berkaitan dengan isu kebencanaan, dengan tujuan membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya mitigasi bencana melalui pendekatan karya sastra yang lebih mudah diterima masyarakat.
"Kita harapkan ini menjadi salah satu sinyal positif bagi perkembangan literasi di Aceh, khususnya di kalangan generasi muda. Melalui cerita, pesan-pesan mengenai mitigasi bencana dapat tersampaikan secara lebih mendalam dan reflektif dibandingkan sekadar laporan teknis," ujar Banta Nuzullah dalam keterangannya di Banda Aceh, Jumat (8/5/2026).
Senada dengan hal tersebut, perwakilan dewan juri dari Komunitas Hikayat Aceh menekankan pentingnya keberlanjutan program ini. Pihaknya menilai bahwa ajang serupa perlu menjadi agenda rutin tahunan untuk terus mengasah kemampuan sastra dan intelektual pemuda Aceh di masa depan.
Saat ini, seluruh naskah yang masuk tengah diperiksa oleh dewan juri yang terdiri dari pegiat literasi dan praktisi sastra profesional. Proses penilaian dilakukan secara bertahap dengan parameter objektivitas serta kualitas intrinsik karya, termasuk kesesuaian tema dan nilai estetika naskah.
Pemerintah Provinsi Aceh melalui Dispora berharap hasil dari sayembara ini dapat melahirkan karya-karya berkualitas yang mampu memberikan dampak edukasi bagi publik. Sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, pengumuman pemenang Sayembara Menulis Cerpen Piala Gubernur Aceh akan disampaikan pada 21 Mei 2026 melalui kanal media resmi panitia.