Fujifilm resmi meluncurkan Instax Wide 400 seharga 175 USD (sekitar Rp 2,8 juta) yang mengandalkan format film lebar untuk kebutuhan foto grup dan pemandangan. Kamera instan analog ini menawarkan ukuran cetakan dua kali lipat lebih besar dari seri Mini konvensional dengan sistem pengoperasian point-and-shoot yang sangat sederhana.
Tren fotografi analog tetap bertahan di tengah dominasi teknologi digital berkat daya tarik fisik dari hasil cetakan instan. Fujifilm merespons permintaan pasar tersebut dengan menghadirkan Instax Wide 400, suksesor di lini format lebar yang dirancang untuk menangkap lebih banyak objek dalam satu bingkai. Fokus utama kamera ini adalah kemudahan penggunaan tanpa perlu pengaturan teknis yang rumit.
Keunggulan utama Instax Wide 400 terletak pada penggunaan film berukuran 62 x 99 mm. Dimensi ini secara signifikan lebih besar dibandingkan format Instax Mini yang selama ini populer di kalangan pengguna pemula. Dengan area cetak yang hampir dua kali lipat, kamera ini sangat ideal untuk memotret pemandangan (landscape) atau foto bersama dalam jumlah orang yang banyak.
Kualitas gambar yang dihasilkan menunjukkan saturasi warna yang akurat dan detail yang cukup tajam saat kondisi pencahayaan ideal. Dalam pengujian, kamera mampu menangkap detail objek jarak jauh dengan reproduksi warna yang natural. Meskipun begitu, karena menggunakan sistem analog murni, hasil foto sangat bergantung pada ketersediaan cahaya alami di lokasi pemotretan.
Konsekuensi dari format film yang besar adalah dimensi bodi kamera yang cukup masif. Instax Wide 400 memiliki ukuran 162 mm x 98 mm x 123 mm dengan bobot mencapai 1,4 pon (sekitar 635 gram). Ukuran ini membuatnya sulit untuk dikantongi dan memerlukan tas khusus atau penggunaan strap bahu agar tetap nyaman saat dibawa bepergian dalam waktu lama.
Fujifilm menerapkan mekanisme putar pada lensa untuk mengoperasikan kamera ini. Putaran pertama akan mengaktifkan mode close-up untuk subjek jarak 0,9 hingga 3 meter. Jika diputar sekali lagi, kamera berpindah ke mode landscape untuk subjek dengan jarak di atas 3 meter. Pengguna juga mendapatkan aksesori lensa tambahan (close-up attachment) yang dapat dipasang di depan lensa utama untuk meminimalisir masalah fokus saat memotret objek jarak dekat.
Kamera ini sepenuhnya mengandalkan sistem otomatis untuk mengelola flash, fokus, dan eksposur. Tidak tersedia tombol pengaturan manual untuk mengatur kecerahan gambar, yang menjadikannya perangkat murni point-and-shoot. Hal ini menjadi pedang bermata dua; sangat mudah bagi pemula, namun membatasi kreativitas fotografer berpengalaman.
Kekurangan sistem otomatis ini terlihat saat pengguna menghadapi situasi dengan kontras tinggi, seperti memotret pohon gelap dengan latar langit yang sangat terang. Tanpa adanya kontrol eksposur manual, detail pada area gelap cenderung kabur atau menyatu. Selain itu, tidak ada opsi untuk mematikan flash secara manual, karena kamera akan selalu menentukan kebutuhan cahaya berdasarkan sensor internalnya.
Instax Wide 400 adalah pilihan tepat bagi pengguna yang merasa format Instax Mini terlalu kecil dan menginginkan hasil cetak yang lebih "bercerita". Meski dimensinya bongsor dan minim fitur pro, kesederhanaan operasionalnya menjadi nilai jual bagi mereka yang hanya ingin membidik dan mencetak momen secara instan tanpa pusing dengan pengaturan ISO atau shutter speed.
Kamera ini menghasilkan cetakan foto berukuran 62 x 99 mm, yang secara fisik hampir dua kali lipat lebih lebar dibandingkan ukuran film Instax Mini standar.
Tidak, Instax Wide 400 mengandalkan sistem eksposur otomatis sepenuhnya yang mengatur flash dan fokus tanpa adanya tombol kontrol manual bagi pengguna.
Pengguna cukup memutar ring lensa ke arah berlawanan jarum jam; klik pertama untuk jarak dekat (0,9-3 meter) dan klik kedua untuk mode landscape (di atas 3 meter).