BANDA ACEH — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Tamiang memastikan proses rekonstruksi sekolah pascabencana terus berjalan. Tahun 2026 menjadi momentum utama dengan total 254 unit sekolah yang sudah mendapat jatah anggaran dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Plt Kepala Disdikbud Aceh Tamiang, Sepriyanto, menyatakan pembangunan mencakup seluruh jenjang, dari PAUD hingga SMP. “Saat ini kita terus memacu pembangunan sekolah terdampak bencana,” katanya saat dihubungi dari Banda Aceh, Senin.
Bencana alam yang melanda akhir November 2025 meninggalkan kerusakan masif di sektor pendidikan. Data Disdikbud Aceh Tamiang mencatat dari total 459 unit sekolah di daerah itu, sebanyak 394 unit terdampak banjir bandang dan longsor. Hanya 65 sekolah yang selamat tanpa kerusakan berarti.
Rincian kerusakan menunjukkan 47 sekolah rusak ringan, 269 rusak sedang, dan 78 unit masuk kategori rusak berat. Kondisi ini memaksa anak-anak belajar di tenda darurat atau bergiliran dengan sekolah lain selama berbulan-bulan.
Sepriyanto merinci, dari 394 sekolah terdampak, 254 unit sudah dialokasikan anggaran oleh Kemendikdasmen. Proses pembangunan kembali ditargetkan rampung bertahap sepanjang 2026. “Salah satu yang masih menjadi fokus utama untuk pendidikan saat ini adalah pembangunan kembali terhadap sekolah-sekolah yang rusak akibat bencana,” ujarnya.
Namun, masih ada 36 unit sekolah yang belum mendapat alokasi. Disdikbud setempat terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar sekolah-sekolah itu segera masuk dalam daftar prioritas revitalisasi. “Kami terus berupaya agar sekolah yang belum mendapat alokasi anggaran untuk segera direvitalisasi oleh Kemendikdasmen agar seluruhnya dalam kondisi layak pakai kembali,” tambah Sepriyanto.
Disdikbud Aceh Tamiang menargetkan tidak ada lagi siswa yang belajar di bangunan darurat. Proses belajar mengajar di sekolah yang sudah diperbaiki berangsur normal. Pemerintah kabupaten sebelumnya telah mengucurkan Rp192 miliar untuk revitalisasi 254 sekolah, dan kini tahap pembangunan fisik mulai berjalan.
Dengan total 459 unit sekolah di Aceh Tamiang, pemulihan infrastruktur pendidikan menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah berharap seluruh sekolah yang rusak bisa kembali berfungsi penuh sebelum tahun ajaran baru dimulai.