BANDA ACEH — Tiga agenda besar BPD HIPMI Aceh berlangsung di dua lokasi berbeda. Pada 16 Mei, seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Gedung LAN RI Banda Aceh. Keesokan harinya, acara berlanjut di BSI Landmark Banda Aceh.
Ketua Umum BPD HIPMI Aceh, Said Rizqi Saifan, menyebut momen ini sebagai titik penting konsolidasi organisasi. “Menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kapasitas kader, serta memperluas jejaring bisnis dan investasi di Aceh,” ujarnya.
Rakerda XV difokuskan pada pembahasan arah program kerja organisasi ke depan. Evaluasi kinerja menjadi salah satu agenda utama, termasuk penguatan peran HIPMI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Para peserta yang hadir berasal dari berbagai kabupaten/kota di Aceh. Selain pengurus HIPMI, sejumlah tamu undangan dari kalangan pemerintah dan dunia usaha turut hadir.
Sementara itu, Diklatda dirancang sebagai wadah peningkatan kapasitas dan kualitas kader. Said Rizqi menekankan pentingnya agenda ini agar pengusaha muda mampu bersaing di tengah dinamika dunia usaha yang terus berubah.
“Meningkatkan kapasitas dan kualitas kader pengusaha muda agar mampu bersaing di tengah perkembangan dunia usaha yang semakin dinamis,” kata Said Rizqi dalam sambutannya.
Forum Bisnis Daerah (Forbisda) menjadi ruang kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan stakeholder lainnya. Tujuannya memperkuat ekosistem bisnis dan membuka peluang investasi baru di Aceh.
Melalui tiga agenda ini, BPD HIPMI Aceh berharap mampu melahirkan program-program inovatif. Organisasi ini juga menargetkan lahirnya pengusaha muda berdaya saing yang berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi Aceh.