99,86 Persen Lumpur Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar Sudah Bersih, Hanya Satu Lokasi Tersisa

Penulis: Fajar  •  Selasa, 19 Mei 2026 | 12:57:45 WIB
Pembersihan lumpur di Aceh Tamiang telah selesai di 259 lokasi terdampak.

Juru Bicara Satgas PRR Amran menyatakan bahwa pembersihan lumpur di Aceh dan Sumatera Barat sudah tuntas 100 persen. Satu-satunya titik yang belum selesai berada di Sumatera Utara, dan proses penanganannya terus berjalan.

“Di Sumatera Barat seluruh titik sudah bersih seluruhnya. Di Sumatera Utara juga tinggal satu lokasi yang masih dalam proses penanganan,” kata Amran dalam keterangan resmi yang diterima Sagoe TV, Senin (18/5/2026).

Pembersihan di Aceh Tamiang Jadi yang Terbesar

Di Aceh, pembersihan lumpur dilakukan secara masif di lima daerah terdampak: Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie, dan Bireuen. Kabupaten Aceh Tamiang menjadi wilayah dengan sasaran pembersihan terbanyak, mencapai 259 lokasi, dan seluruhnya telah selesai dibersihkan.

Pembersihan lumpur menjadi langkah krusial untuk memulihkan akses permukiman dan aktivitas ekonomi warga pascabanjir bandang dan tanah longsor. Material lumpur yang menutupi jalan dan pekarangan rumah selama berminggu-minggu mulai bisa disingkirkan.

Skema Cash for Work dan Bantuan Praja IPDN

Satgas PRR tidak hanya mengandalkan alat berat. Mereka melibatkan masyarakat lewat skema cash for work, sehingga warga terdampak bisa mendapatkan penghasilan selama proses pemulihan. Selain itu, Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) diterjunkan dalam tiga gelombang untuk membantu pembersihan di Aceh Tamiang.

Keterlibatan lintas unsur ini dinilai menjadi faktor penting yang mempercepat rehabilitasi. Dengan semakin sedikitnya lokasi yang tertimbun lumpur, aktivitas sosial dan ekonomi warga di berbagai daerah terdampak kini mulai kembali bergerak normal.

Dampak ke Warga: Akses Kembali Terbuka, Ekonomi Mulai Pulih

Pembersihan lumpur bukan sekadar urusan estetika. Di Aceh Tamiang, misalnya, jalan-jalan desa yang sempat terputus kini sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat. Warung-warung kecil mulai buka kembali, dan anak-anak bisa kembali ke sekolah tanpa harus melewati genangan lumpur setinggi betis.

“Alhamdulillah, sekarang sudah bisa jualan lagi. Dulu lumpur sampai masuk ke dalam rumah, sekarang sudah bersih,” ujar seorang warga Aceh Tamiang yang ditemui tim Sagoe TV.

Satgas PRR menargetkan seluruh proses pembersihan, termasuk satu titik tersisa di Sumatera Utara, rampung dalam waktu dekat. Setelah itu, fokus akan beralih ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan serta infrastruktur publik yang rusak akibat bencana.

Reporter: Fajar
Sumber: sagoetv.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top