LHOKSEUMAWE — Kamaruddin kembali mendapatkan amanah strategis di birokrasi Aceh Utara. Ia dilantik sebagai Camat Lhoksukon bersama Sekretaris Daerah dan 143 pejabat eselon II, III, dan IV di Aula Kantor Bupati Aceh Utara pada Senin, 18 Mei 2026.
Pelantikan ini menjadi babak baru bagi alumni IPDN Jatinangor angkatan 2009–2013 itu. Sebelumnya, ia telah memimpin Kecamatan Cot Girek selama sekitar empat tahun lima bulan—salah satu masa jabatan camat terlama di kabupaten tersebut.
Kamaruddin memulai pengabdiannya sebagai PNS pada 2012 saat masih menempuh pendidikan di Program Diploma IV Manajemen Pemerintahan IPDN. Setahun setelah lulus, ia ditempatkan sebagai Staf Bidang Disiplin di BKPSDM Aceh Utara pada 2013.
Kariernya terus menanjak. Ia sempat menjadi Staf Humas Pemkab Aceh Utara, lalu menjabat Kasubbag Umum dan Kepegawaian di Kantor Camat Geureudong Pase pada 2015–2017. Tak berhenti di situ, alumnus SMA Negeri 1 Lhokseumawe ini juga dipercaya sebagai Kasubbid Perindustrian dan Perdagangan di Bappeda Aceh Utara pada 2017–2019.
Sebelum menjadi camat, ia menjabat Kepala Bidang Kelembagaan di DPMPPKB Aceh Utara (2019–2021) dan Sekretaris Camat Lhoksukon (2021–2022).
Lahir pada 1 Maret 1990 di Syamtalira Bayu, Kamaruddin merupakan anak pertama dari enam bersaudara. Ia tumbuh di lingkungan keluarga pendidik: ayahnya, Kasem, adalah pensiunan guru, sementara ibunya, Nurhayati, berprofesi sebagai tenaga pendidik dan ASN.
Jejak pendidikan menempanya di SMA Negeri 1 Lhokseumawe sebelum melanjutkan ke IPDN. Sosoknya yang dikenal rendah hati dan dekat dengan masyarakat membuat warga kerap menyapanya dengan panggilan akrab, Kemal.
Pelantikan serentak 144 pejabat, termasuk Camat Lhoksukon, menandai penyegaran struktur birokrasi di Aceh Utara. Kamaruddin dinilai memiliki rekam jejak panjang di pemerintahan kecamatan dan dinas, dari urusan kepegawaian hingga perindustrian.
Pengalamannya di Bappeda dan DPMPPKB menjadi modal untuk mendorong program pembangunan di Lhoksukon, kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kota Lhokseumawe dan menjadi salah satu pintu masuk aktivitas ekonomi di Aceh Utara.
Dengan usia yang masih relatif muda di level eselon III, Kamaruddin menjadi contoh bagaimana karier ASN dapat ditempuh secara bertahap dan terukur. Publik kini menanti gebrakan Camat Lhoksukon yang baru dalam melayani 20-an gampong di wilayahnya.