BANDA ACEH — Jemaah termuda dalam kloter ini, Muhammad Hafidh Mumtazil Ilmi dan Nurul Huda, sama-sama berusia 22 tahun. Sementara jemaah tertua, Budiman bin Nyak Gam, telah menginjak usia 81 tahun. Komposisi jemaah terdiri dari 39 laki-laki dan 48 perempuan.
Para jemaah mulai memasuki Asrama Haji pada Selasa pukul 07.00 WIB. Mereka dijadwalkan bertolak menuju Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah pada Rabu, 20 Mei 2026 pukul 05.40 WIB, dan diperkirakan tiba pukul 10.00 Waktu Arab Saudi (WAS).
Kloter 14 tidak hanya diisi jemaah dari Banda Aceh. Rombongan ini juga menggabungkan jemaah dari tujuh kabupaten/kota lain: Bener Meriah, Aceh Besar, Nagan Raya, Aceh Jaya, Aceh Singkil, dan Kota Langsa. Penggabungan ini menjadi simbol ukhuwah antarjemaah Aceh selama menjalani ibadah di Tanah Suci.
Secara keseluruhan, sebanyak enam kloter jemaah asal Kota Banda Aceh telah diberangkatkan pada musim haji tahun ini. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Banda Aceh, M. Iqbal, yang melepas langsung rombongan di Balai Kota Banda Aceh, menyebut seluruh proses persiapan telah diupayakan maksimal.
“Kami terus berupaya memberikan pelayanan yang optimal mulai dari tahap persiapan, pendampingan, hingga proses pelepasan jamaah,” ujar M. Iqbal dalam sambutannya.
M. Iqbal menambahkan, peningkatan kualitas pelayanan haji merupakan bagian dari komitmen mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto. Arahan tersebut menekankan penyelenggaraan ibadah haji yang profesional, humanis, nyaman, dan berorientasi pada kepuasan jemaah.
“Hal ini sejalan dengan arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto kepada Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia agar seluruh jamaah Indonesia mendapatkan pelayanan terbaik, nyaman, aman, dan penuh kekhusyukan dalam menunaikan ibadah haji,” kata M. Iqbal.
Ia berharap seluruh jemaah Kloter 14 senantiasa diberikan kesehatan dan kelancaran selama menjalankan rangkaian ibadah, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.