Pencarian

600 Huntara Siap Dihuni, Aceh Tamiang Mulai Bangkit Pascabencana

Selasa, 13 Januari 2026 • 13:30:59 WIB
600 Huntara Siap Dihuni, Aceh Tamiang Mulai Bangkit Pascabencana
PT ADHI Karya menyerahkan 600 unit Huntara kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang sebagai hunian sementara pascabencana.

Aceh Tamiang  - Percepatan pemulihan menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat terdampak pasca bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, khususnya Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, untuk dapat kembali menjalani kehidupan secara aman dan layak. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (“ADHI”) sebagai kontraktor nasional turut mengambil langkah nyata dalam mendukung pemulihan pasca bencana melalui pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) sebagai solusi hunian sementara bagi warga terdampak.

Danantara Indonesia secara resmi menyerahkan sebanyak 600 unit Huntara kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang pada Kamis (08/01) lalu, sebagai bagian dari dukungan percepatan pemulihan pasca bencana di wilayah terdampak. Serah terima ini menjadi penanda bahwa hunian sementara yang telah dibangun siap dimanfaatkan oleh masyarakat melalui pengelolaan, penetapan penerima manfaat, serta proses distribusi dan penempatan hunian oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.

Dalam program ini, ADHI Karya turut berkontribusi melalui pembangunan 80 unit Huntara di Aceh Tamiang, yang akan diserahkan secara bertahap mulai 8 Januari 2026. Proses pembangunan dilakukan secara cepat dan terukur sebagai bentuk kolaborasi antara Danantara Indonesia dan BP BUMN dalam merespons kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.

“ADHI Karya berkomitmen untuk memberikan kontribusi langsung dan berkolaborasi dengan stakeholder strategis dalam situasi darurat pascabencana, dalam hal ini khususnya melalui penyediaan hunian sementara yang aman, layak, dan dapat segera dimanfaatkan oleh
masyarakat. Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang kami laksanakan secara cepat dan terukur sebagai bagian dari kolaborasi Danantara, BP BUMN, dan pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat terdampak dapat kembali beraktivitas,” ujar Direktur Utama ADHI Karya, Moeharmein Zein Chaniago.

Huntara dibangun sesuai dengan standar kelayakan hunian darurat, dilengkapi dengan struktur bangunan yang aman, akses air bersih, sanitasi yang memadai, serta dukungan listrik dan layanan kesehatan. Selain itu, pembangunan juga memperhatikan kebutuhan sosial masyarakat agar warga dapat kembali beraktivitas secara normal, dengan dilengkapi fasilitas pendukung seperti klinik, taman bermain, akses internet, serta listrik tanpa biaya.

Secara keseluruhan, total hunian yang diserahkan di Aceh Tamiang mencapai 600 unit rumah, didukung oleh 120 unit toilet, 14 fasilitas komunal, serta fasilitas umum lainnya seperti toilet umum, mushola, dan dapur. Fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung kenyamanan, kesehatan, dan keberlangsungan aktivitas masyarakat selama masa transisi pascabencana.

Ke depannya, Danantara Indonesia menargetkan pembangunan sebanyak 15.000 unit hunian sementara di berbagai wilayah terdampak bencana dalam beberapa bulan ke depan guna memastikan ketersediaan hunian layak sementara bagi keluarga terdampak. Melalui kolaborasi antara Danantara Indonesia, BP BUMN, dan ADHI Karya, Huntara diharapkan dapat menjadi tempat tinggal sementara yang aman dan layak, sekaligus menjadi jembatan menuju hunian permanen serta pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat secara bertahap.

Bagikan
Sumber: RIlis

Berita Terkini

Indeks