Pencarian

Suntikan Revolusioner Bisa Perbaiki Kerusakan Sendi Osteoarthritis

Jumat, 01 Mei 2026 • 18:43:50 WIB
Suntikan Revolusioner Bisa Perbaiki Kerusakan Sendi Osteoarthritis
Tim peneliti dari University of Colorado Boulder kembangkan terapi suntik untuk memperbaiki kerusakan sendi osteoarthritis.

Osteoarthritis adalah penyakit yang mungkin sudah dekat dengan kehidupan Anda. Seorang teman yang harus pensiun dari olahraga karena masalah pinggul, nenek yang kesulitan mengangkat lengan karena nyeri bahu, atau rekan kerja yang telah menjalani penggantian lutut—sebagian besar kasus ini disebabkan oleh penyakit ini.

Osteoarthritis merupakan penyakit degeneratif sendi paling umum di dunia, mempengaruhi satu dari enam orang berusia di atas 30 tahun. Secara global, kondisi ini menyerang sekitar 240 juta orang. Hingga saat ini, osteoarthritis tidak memiliki obat, dan satu-satunya pilihan bagi pasien adalah menjalani operasi penggantian sendi yang mahal atau sekadar mengelola rasa sakit.

Namun ada kabar menyenangkan. Badan kesehatan Amerika, Advanced Research Projects Agency for Health (ARPA-H), telah mengalokasikan jutaan dolar untuk berbagai inisiatif mencari obat penyakit ini. Salah satu proyek paling maju adalah NITRO (Novel Innovations for Tissue Regeneration in Osteoarthritis), dipimpin oleh tim interdisiplin dari University of Colorado Boulder.

Pendekatan Revolusioner untuk Penyembuhan Alami

Tim yang dipimpin oleh insinyur biomedis Stephanie Bryant telah menerima hibah sebesar $33,5 juta untuk mengembangkan terapi eksperimental dengan potensi membalik kerusakan sendi dalam hitungan minggu melalui suntikan sederhana. Pendekatan mereka berbeda drastis dari metode konvensional.

"Tujuan kami bukan hanya mengatasi rasa sakit dan menghentikan perkembangan penyakit, tetapi mengakhiri penyakit ini," ujar Bryant. Penelitian ini berfokus pada memanfaatkan kemampuan alami tubuh untuk meregenerasi dirinya sendiri—bukan dengan memperkenalkan jaringan buatan atau prostesis.

Strategi pertama melibatkan satu suntikan yang melepaskan obat yang sudah disetujui secara terkontrol berkat sistem partikel yang bertindak sebagai kendaraan pengiriman. Sistem ini memungkinkan dosis kecil diberikan selama berbulan-bulan langsung ke sendi yang rusak, merangsang proses perbaikan.

Strategi kedua dirancang untuk kasus yang lebih parah. Ini melibatkan kit biomaterial dan protein yang dapat diterapkan melalui prosedur invasif minimal. Setelah berada di dalam tubuh, material ini mengeras dan bertindak sebagai struktur perancah, menarik sel progenitor yang mengisi dan meregenerasi area kartilago atau tulang yang rusak.

Hasil Uji Coba yang Menjanjikan

Dalam studi pada hewan, hasilnya sangat menggembirakan. Sendi yang diobati kembali ke kondisi sehat dalam waktu empat hingga delapan minggu. Pada cedera yang lebih parah, para peneliti bahkan mengamati regenerasi lengkap jaringan yang rusak.

Eksperimen dengan sel manusia dari pasien yang menjalani penggantian sendi juga menunjukkan efek regeneratif yang jelas, menyarankan bahwa pendekatan ini dapat diterapkan pada manusia. Penting untuk menekankan bahwa hasil-hasil ini belum divalidasi dalam uji klinis manusia.

Para peneliti berencana menerbitkan temuan mereka dalam jurnal akademik akhir tahun ini. Mereka juga telah mendirikan startup bernama Renovare Therapeutics untuk memulai proses komersialisasi. Langkah selanjutnya adalah memperluas studi pada hewan dan menganalisis aspek kunci seperti toksisitas dan keamanan. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, uji klinis manusia bisa dimulai dalam sekitar 18 bulan ke depan.

Bagi jutaan penderita osteoarthritis di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, perkembangan ini menawarkan harapan baru untuk hidup tanpa nyeri sendi yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Bagikan
Sumber: ired.com

Berita Terkini

Indeks