Bintang Red Bull Racing, Max Verstappen, memberikan sinyal kuat akan meninggalkan Formula 1 dalam waktu dekat karena tidak puas dengan regulasi 2026. Juara dunia bertahan ini mengaku lebih tertarik mengembangkan tim balap GT3 miliknya daripada bertahan di grid hingga usia 40 tahun.
Max Verstappen mulai gerah dengan arah masa depan Formula 1. Pembalap utama Red Bull Racing tersebut secara terang-terangan melontarkan kritik pedas terhadap regulasi baru yang akan berlaku pada musim 2026 mendatang. Ia menilai perubahan teknis besar-besaran justru merusak esensi balapan murni.
Kritik Keras Regulasi "Mario Kart"
Ketidakpuasan Verstappen memuncak saat ia memberikan pernyataan tajam di China. Ia menyamakan dinamika balapan di bawah regulasi 2026 seperti bermain "Mario Kart". Menurutnya, arah perkembangan F1 saat ini mulai meninggalkan karakter kompetisi yang selama ini menjadi daya tarik utamanya.
Sinyal hengkang ini kembali ia pertegas di sela-sela akhir pekan Grand Prix Jepang. Verstappen mengisyaratkan bahwa fokusnya kini mulai terbagi ke proyek di luar jet darat. Baginya, durasi karier di F1 bukan lagi prioritas utama jika kesenangan dalam membalap mulai luntur.
Fokus Bangun Imperium GT3
Alih-alih memikirkan kontrak jangka panjang, Verstappen kini sibuk mematangkan proyek pribadinya di dunia motorsport. Pria asal Belanda ini sedang serius membangun Verstappen.com Racing GT3. Ia ingin menciptakan warisan nyata sebagai pemilik tim, bukan sekadar pengoleksi gelar juara dunia.
"Lagipula, saya punya banyak proyek lain yang sangat saya sukai. Balap GT3, bukan hanya balapan sendiri, tetapi juga tim, sangat menyenangkan untuk membangunya, dan saya benar-benar ingin megembangkannya lebih lanjut di tahun-tahun mendatang," ujar Verstappen.
Langkah nyata dari ambisi tersebut sudah terlihat. Keterlibatan Verstappen dalam ajang bergengsi seperti Nurburgring 24 Hours menjadi bukti ia sudah menyiapkan landasan kuat untuk kehidupan pasca-F1. Ia ingin tetap aktif di dunia balap, namun dengan perspektif dan tantangan yang berbeda.
Enggan Ikuti Jejak Hamilton dan Alonso
Verstappen secara tegas menyatakan tidak memiliki ambisi untuk memacu mobil F1 hingga usia 40 tahun seperti Lewis Hamilton atau Fernando Alonso. Meskipun usianya saat ini masih sangat produktif, ia menekankan bahwa keputusan untuk bertahan sepenuhnya bergantung pada tingkat kepuasan yang ia rasakan di lintasan.
"Bukan berarti saya berhenti di sini, saya tidak akan melakukan apapun. Saya akan selalu bersenang-senang dan juga saya akan bersenang-senang dalam banyak hal lain dalam hidup saya," ungkap pembalap bernomor mobil 1 tersebut.
Masa depan Verstappen di grid F1 kini menjadi tanda tanya besar bagi para penggemar. Jika regulasi 2026 gagal memberikan sensasi balap yang ia inginkan, bukan tidak mungkin salah satu talenta terbaik sejarah F1 ini akan memilih jalan lain lebih cepat dari perkiraan.