BANDA ACEH — Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh memastikan satu kursi dalam kelompok terbang (kloter) tiga kosong. Hal ini menyusul musibah yang dialami Rohani binti Syamaun Sulaiman, warga Aceh Barat, yang gagal berangkat akibat cedera fisik sesaat sebelum mobilisasi ke asrama haji.
Kasubbag Humas PPIH Embarkasi Aceh, Darwin, menjelaskan bahwa pembatalan tersebut sudah diproses sejak jemaah masih berada di kabupaten. Karena waktu keberangkatan yang sudah sangat dekat, posisi jemaah yang batal tidak sempat digantikan oleh calon haji lainnya.
Mengapa Pembatalan Jemaah di Daerah Bersifat Permanen?
Pihak otoritas haji menyebut status penundaan ini tidak dapat diubah untuk jadwal penerbangan tahun berjalan. Aturan teknis mengharuskan jemaah yang mengalami kendala kesehatan di daerah asal untuk menunda ibadah mereka hingga musim haji berikutnya.
"Tunda ini permanen tahun ini, karena tundanya di kabupaten. Kalau sakitnya di Asrama Haji, kemungkinan itu bisa berubah-ubah. Jika memang masih ada kuota di depan akan kita masukkan, tapi ini sejak di daerah ditunda," ujar Darwin pada Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, jika jemaah jatuh sakit saat sudah berada di Asrama Haji Banda Aceh, PPIH masih bisa mengupayakan perpindahan kloter. Namun, karena Rohani mengalami patah tangan sebelum tiba di embarkasi, sistem tidak memungkinkan adanya pergeseran kuota ke kloter berikutnya dalam waktu singkat.
Dampak Terhadap Jumlah Penumpang Kloter Tiga
Akibat kejadian ini, kloter tiga yang dijadwalkan terbang melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) hanya membawa 392 orang. Padahal, manifest awal mencatat sebanyak 393 calon haji yang siap diberangkatkan menuju Bandara King Abdulaziz, Jeddah.
Rombongan dalam kloter tiga ini merupakan gabungan jemaah yang berasal dari Kabupaten Aceh Barat, Aceh Utara, dan Kota Langsa. Mereka dijadwalkan lepas landas pada pukul 03.40 WIB menuju Arab Saudi.
Bagaimana Kondisi Jemaah Aceh yang Sudah di Arab Saudi?
Hingga saat ini, total jemaah asal Serambi Mekkah yang telah mendarat di Arab Saudi mencapai 786 orang. Mereka terbagi dalam dua kelompok terbang yang telah diberangkatkan pada hari-hari sebelumnya.
Darwin merinci bahwa 393 jemaah yang tergabung dalam kloter pertama saat ini sudah berada di Madinah. Sementara itu, 393 jemaah lainnya dari kloter kedua dilaporkan telah tiba di Makkah.
"Alhamdulillah kloter satu sudah tiba di Madinah dan kloter dua di Makkah. Semuanya dalam kondisi sehat walafiat," kata Darwin.