Pencarian

Tiga Pendaki Tewas Akibat Erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara

Sabtu, 09 Mei 2026 • 10:27:01 WIB
Tiga Pendaki Tewas Akibat Erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara
Tim SAR menggunakan drone untuk memantau kawasan terdampak erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara.

TOBELO — Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) korban letusan Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, memasuki hari kedua pada Sabtu (9/5/2026). Satuan Brimob Polda Maluku Utara mengerahkan teknologi pesawat tanpa awak atau drone untuk memantau titik-titik sulit di lereng gunung yang sulit dijangkau personel darat.

Drone Dikerahkan Sisir Area Kawah Malupang Warirang

Pemanfaatan drone menjadi langkah strategis tim gabungan mengingat medan yang berat dan risiko aktivitas vulkanik yang masih tinggi. Fokus utama petugas saat ini adalah memastikan tidak ada lagi pendaki yang tertinggal di zona merah setelah erupsi besar terjadi kemarin pagi.

Komandan Satuan Brimob Polda Maluku Utara, Komisaris Besar Polisi Handri Wira Suriyana, menyatakan timnya bersiaga penuh di Posko SAR Terpadu Desa Mamuya, Kecamatan Tobelo. Sebanyak 30 personel tim gabungan telah diterjunkan langsung ke lapangan untuk menyisir wilayah terdampak.

“Kami akan mengoptimalkan proses pencarian dan penyelamatan korban. Kami berharap seluruh korban dapat segera dievakuasi dan proses pencarian berjalan dengan lancar,” ujar Handri Wira Suriyana saat mengonfirmasi perkembangan operasi di lapangan.

Kolom Abu Vulkanik Mencapai Ketinggian 10.000 Meter

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan terjadi pada Jumat (8/5/2026) pukul 07.41 WIT. Erupsi ini melontarkan kolom abu setinggi 10.000 meter dari atas puncak, atau berada di ketinggian sekitar 11.087 meter di atas permukaan laut.

Secara visual, material vulkanik berwarna putih hingga hitam pekat tersebut bergerak ke arah utara dengan intensitas tebal. Hingga laporan terbaru disusun, aktivitas vulkanik di kawah aktif belum menunjukkan tanda-tanda penurunan yang signifikan.

Otoritas setempat menetapkan radius bahaya sejauh 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang. Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di dalam zona tersebut guna menghindari ancaman awan panas dan material letusan susulan.

Sebanyak 17 Pendaki Berhasil Dievakuasi dari Puncak

Meskipun tiga orang dinyatakan meninggal dunia, tim SAR gabungan berhasil menyelamatkan dan menurunkan 17 pendaki dari puncak gunung pada hari pertama evakuasi. Kelompok yang selamat ini terdiri dari sejumlah warga negara Singapura dan warga lokal yang berada di lokasi saat letusan terjadi.

Tiga korban tewas yang teridentifikasi terdiri dari dua WNA asal Singapura dan satu warga negara Indonesia. Identitas lengkap para korban saat ini masih dalam proses penanganan lebih lanjut oleh pihak rumah sakit dan kepolisian setempat.

Warga di sekitar kaki Gunung Dukono diimbau untuk selalu mengenakan masker penutup hidung dan mulut saat beraktivitas di luar ruangan. Partikel abu vulkanik yang sangat halus berisiko menyebabkan gangguan pernapasan akut jika terpapar dalam jangka waktu lama.

Bagikan
Sumber: waspadaaceh.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks